Persib di Tangan Pelatih Asing, Ada Tradisi di Zona Degradasi

By Sabtu, 13 Februari 2016 | 18:24 WIB
Kehadiran Marek Sledzlanowski sebagai pelatih menjadi bumerang bagi pemain senior pada kala itu (ERLI BAHTIAR/BOLA)

6. DRAGO MAMIC,  Hanya Sebatas Penasaran


Torehan yang diberikan Drago Mamic dinilai kurang memuaskan oleh pihak Manajemen Maung Bandung(BUDI KRESNADI/BOLA)

Kamis, 15 September 2011, sesi latihan perdana Persib menjelang LSI 2011/12 langsung ditangani pelatih anyar Drago Mamic.

Antusias penggemar Maung Bandung terekam lewat kehadiran sekitar 5.000 bobotoh yang menyaksikan sesi latihan perdana tersebut di Stadion Siliwangi, Bandung.

Pada pekan berikut, Mamic langsung mencoba kerangka tim inti dalam sesi latihan di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang.

Ia mengusung pola 4-2-3-1 dengan mengandalkan Zdravko Dragiceviv sebagai striker tunggal. Selain itu, ia juga disokong beberapa pemain timnas, seperti M. Ilham, Atep, Toni Sucipto, Hariono, dan Zulkifli Syukur.

Meski bermaterikan banyak pemain nasional, Mamic hanya sanggup mengantarkan Persib ke papan tengah klasemen di paruh pertama musim.

Torehan itu dinilai kurang memuaskan oleh manajemen dan bobotoh. Apalagi, mereka berharap tim kesayangan warga Bandung tersebut bisa bersaing di papan atas klasemen.

Peran Mamic akhirnya digantikan legenda Persib, Robby Darwis, yang promosi dari posisi asisten pelatih.

Awalnya, Jovo Cuckovic berstatus sebagai asisten pelatih di bawah komando Daniel Darko Jankovic. Begitu sang kolega dipecat, Jovo naik jabatan sebagai pelatih kepala.