JUARA.NET - Pemegang sabuk kelas bantam UFC, Merab Dvalishvili, meradang merasa disebut juara palsu oleh sepupu Khabib Nurmagomedov, Umar Nurmagomedov.
Merab Dvalishvili terus memberi bumbu sedap dalam dominasinya di kelas bantam.
Petarung asal Georgia itu masih belum terkalahkan sejak merebut sabuk dari tangan Sean O'Malley pada UFC 306.
Sepanjang tahun 2025, Merab selalu menang dalam tiga pertarungannya.
Termasuk melawan Umar Nurmagomedov pada UFC 311 yang berakhir kemenangan keputusan mutlak juri dengan skor 48-47.
Meski sudah selesai, rivalitas Merab dengan Umar masih berlangsung hingga kini.
The Machine, julukan Merab, merasa tidak dihormati oleh Umar yang telah dikalahkannya di California pada Januari lalu.
Umar telah membuat Merab meradang karena menyebut dirinya juara palsu kelas bantam UFC.
"Hal nomor 1, Dia tidak menghormati saya dan menyebut saya juara palsu," kata Dvalishvili dikutip Juara.net dari MMA Fighting.
Baca Juga: UFC 324 - Paddy Pimblett Yakin Dikerdilkan meski Menang
"Saya tidak tahu apakah dia yang berkicau di Twitter, atau mungkin asistennya, atau apa pun itu."
"Saya tahu itu bukan (manajer Nurmagomedov, Ali Abdelaziz) karena Ali menghubungi saya, dan saya memberi tahu Ali, dan dia tidak membantunya berkicau."
"Saya mungkin tahu siapa yang membantunya berkicau, tetapi orang macam apa Anda ketika seseorang berkicau untuk Anda?" jelasnya.
Merab merasa perkataan Umar di media sosial tidak sopan meskipun itu belum tentu ditulis langsung oleh dirinya.
"Jadi saya tidak bisa berbahasa Inggris dengan baik, dan mungkin kami bisa saling memahami," ucap The Machine.
"Tetapi ketika saya membuka Twitter, saya selalu meminta asisten saya atau seseorang, mungkin teman saya, untuk menerjemahkannya."
"Tetapi itu selalu kata-kata saya. Mungkin membantu saya menerjemahkan, tetapi itu selalu kata-kata saya."
"Saya tidak akan pernah membiarkan manajer, teman, atau saudara laki-laki saya mencuit untuk saya mengucapkan kata-kata yang bahkan bukan kata-kata saya."
"Jadi, itu sangat tidak sopan melalui kata-kata darinya, dari Twitter."
Baca Juga: Ngebet Hadapi Khamzat Chimaev, Penantang Teratas Kelas Menengah Tuntut UFC Beri Pertarungan Sabuk
"Dia juga menyebut saya juara palsu, jadi yang paling membuat saya marah, Anda tahu, dia tidak menghormati saya sebagai juara," papar petarung berusia 34 tahun tersebut.
Ungkapan juara palsu benar-benar membuat Merab kesal karena merasa perjuangannya tak dihargai.
Ia telah membuktikan kemampuan dengan mengalahkan pemegang sabuk, Sean O'Malley, sebanyak dua kali.
Bahkan Merab berhasil menang dengan submission pada pertarungan terakhirnya dengan O'Malley.
Merab menegaskan bahwa dirinya pantas untuk mendapatkan sabuk kelas 135 pound.
"Ya, ini pertarungan, kami mungkin kalah, dia seharusnya mengalahkan saya, satu pukulan bisa mengubah segalanya, tetapi saya pantas mendapatkannya."
"Saya pantas mendapatkannya untuk sampai di sana, saya juara, dan dia seharusnya menghormati saya karena jika Anda bertarung untuk sebuah kejuaraan dan kemudian Anda mengalahkan sang juara, Anda tidak ingin mengalahkan orang bodoh."
"Anda seharusnya menghormati sang juara, itulah yang paling membuat saya marah padanya, dia tidak menghormati saya," tegas Dvalishvili.
Saat ini, Merab enggan terlalu memikirkan sepupu Khabib Nurmagomedov tersebut.
Ia memilih untuk fokus mempertahankan sabuk dari siapapun yang ingin melawannya.
"Dia (Umar) sekarang mencari-cari alasan dan saya sudah selesai dengannya," tutup Dvalishvili.
Merab akan kembali bertarung pada 7 Desember 2025 melawan Petr Yan untuk kedua kalinya.
Sebelumnya, The Machine menang atas Yan di UFC Fight Night 221.
| Editor | : | Nungki Nugroho |
Komentar