"Dia juga menyebut saya juara palsu, jadi yang paling membuat saya marah, Anda tahu, dia tidak menghormati saya sebagai juara," papar petarung berusia 34 tahun tersebut.
Ungkapan juara palsu benar-benar membuat Merab kesal karena merasa perjuangannya tak dihargai.
Ia telah membuktikan kemampuan dengan mengalahkan pemegang sabuk, Sean O'Malley, sebanyak dua kali.
Bahkan Merab berhasil menang dengan submission pada pertarungan terakhirnya dengan O'Malley.
Merab menegaskan bahwa dirinya pantas untuk mendapatkan sabuk kelas 135 pound.
"Ya, ini pertarungan, kami mungkin kalah, dia seharusnya mengalahkan saya, satu pukulan bisa mengubah segalanya, tetapi saya pantas mendapatkannya."
"Saya pantas mendapatkannya untuk sampai di sana, saya juara, dan dia seharusnya menghormati saya karena jika Anda bertarung untuk sebuah kejuaraan dan kemudian Anda mengalahkan sang juara, Anda tidak ingin mengalahkan orang bodoh."
"Anda seharusnya menghormati sang juara, itulah yang paling membuat saya marah padanya, dia tidak menghormati saya," tegas Dvalishvili.
Saat ini, Merab enggan terlalu memikirkan sepupu Khabib Nurmagomedov tersebut.
Ia memilih untuk fokus mempertahankan sabuk dari siapapun yang ingin melawannya.
"Dia (Umar) sekarang mencari-cari alasan dan saya sudah selesai dengannya," tutup Dvalishvili.
Merab akan kembali bertarung pada 7 Desember 2025 melawan Petr Yan untuk kedua kalinya.
Sebelumnya, The Machine menang atas Yan di UFC Fight Night 221.
| Editor | : | Nungki Nugroho |
Komentar