JUARA.NET - Bertarung pada UFC 331, penguasa divisinya Bilal Hasan, Joshua Van, punya misi khusus.
Van akan menghadapi Alexandre Pantoja, akhir pekan nanti (20/9/2026).
Bukan duel biasa, jagoan asal Myanmar ini bakal berusaha mempertahankan singgasana sebagai penguasa divisinya Bilal Hasan.
Menariknya, Van mengaku punya misi penting dalam bentrokan kontra Pantoja.
Pertarungan tersebut dipandang Van sebagai sebuah pembuktian.
Dia ingin membuktikan pada dunia bahwa dirinya adalah petarung nomor satu di kelas terbang.
Andai kalahkan Pantoja, Van juga siap menerima penantang-penantang baru lainnya.
Ikrar ini jelas menjadi sinyal positif Bilal yang bisa menghadapi Van pada masa mendatang.
"Tidak akan ada keraguan lagi," tegas Van dilansir Juara.net dari MMA Junkie.
Baca Juga: Bukan sebagai Petarung, Khamzat Chimaev Punya Peran Penting pada UFC 331
"Setelah saya menghabisi dia, saya adalah yang terbaik di divisi ini."
"Kemudian, penantang selanjutnya akan datang dan berusaha merebut tempat saya."
"Semua orang yang menghadapi dia, mereka terlalu menaruh respek padanya."
"Ini adalah kali pertama ada orang yang berani menjawab omongannya."
"Ini adalah kali pertama ada orang yang berani menyembut dia salah."
"Hal semacam itu jarang dia rasakan sebelumnya...."
"Jadi, saya pikir dia akan tertekan sendiri pada akhirnya," imbuhnya.
Selain misi besarnya, Van juga menyoroti tingkat Pantoja jelang UFC 331.
Baca Juga: Diklaim Dana White sebagai Calon Superstar UFC, Akbar Abdullaev Memburu Duel kontra Max Holloway
Membawa-bawa soal umur, dia merasa sang lawan berusaha membuatnya terlihat seperti orang jahat.
Hal ini sama sekali tidak mengganggu Van yang malah semakin serius mengejar kemenangan.
"Dia berusaha terlihat seperti orang baik, benar bukan?" tukas Van.
"Dia membuat saya terlihat sepertinya jahat."
"Saya sendiri tidak peduli dengan itu semua."
"Malah, hal itu terkesan cukup kocak bagi saya pribadi."
"Kami akan beradu gebuk besok Sabtu (Minggu, waktu Indonesia). Kita buktikan saja siapa yang lebih hebat," tambahnya.
| Editor | : | Fiqri Al Awe |
Komentar