JUARA.NET - Tunggal putri, Thalita Ramadhani Wiryawan sempat menghadirkan harapan untuk Indonesia saat jalani babak semifinal Uber Cup 2026 kontra Korea Selatan.
Thalita diturunkan sebagai tunggal putri kedua, dalam laga yang berlangsung, Sabtu (2/5/2026) di Forum Horsens, Denmark.
Dia harus menghadapi Sim Yu-jin untuk paling tidak memaksakan pertandingan lanjut ke laga keempat.
Di atas keras, pertandingan ini tidaklah mudah untuk Thalita.
Musuhnya, Sim punya modal besar untuk menjungkalkan pebulu tangkis asal Surabaya tersebut.
Seperti yang diketahui, Sim unggul cukup jauh secara peringkat yakni 19 berbanding 62.
Selain itu, Korea Selatan kala itu tengah unggul 2-0 atas Indonesia.
Menariknya, Thalita justru bak membuat keajaiban dengan menangi laga dua gim langsung, 21-19 dan 21-19.
Setelah menyumbang satu angka untuk tim Merah-Putih, Thalita menguak kunci di balik kemenangannya.
Baca Juga: Hasil Uber Cup 2026 - Ditutup Perjuangan Rachel/Febi, Langkah Indonesia Dihentikan Tim Korea Selatan
Bermain lepas serta tak terpancing permainan lawan jadi dua hal yang dia soroti.
"Meski tim ketinggalan 0-2, saya coba main saja," bedah Thalita, dilansir Juara.net dari laman resmi Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia atau PBSI.
"Coba mengeluarkan semua yang saya punya..."
"Pelatih juga bilang untuk lepas saja, bermain nothing to lose. Alhamdulillah bisa menang."
"Pasti ada gugup, tetapi saya coba mengatur napas, teriak menyemangati diri saya sendiri, memotivasi kalau saya bisa."
"Saya bermain menyerang dan menekan sejak awal, walaupun di akhir gim kedua dia mengubah permainan dengan lebih banyak rally."
"Tetapi, saya pikir sudah tanggung... Jadi, saya memaksa menyerang karena kalau sampai rubber pasti dia naik lagi kepercayaan dirinya," tambahnya.
Laga Indonesia lawan Korea Selatan sendiri berakhir dengan skor 3-1 untuk kemenangan tim Negeri Ginseng.
Baca Juga: Hasil Uber Cup 2026 - Perjuangan Putri KW Berakhir dalam 40 Menit, Indonesia Tertinggal 0-1
Berbeda nasib dari Thalita, Putri Kusuma Wardani harus menderita kekalahan.
Tumbang di tangan ratu bulu tangkis dunia, An Se-young, dia benar-benar mengaku dibuat kesulitan.
"Di gim pertama, saya cukup puas dengan permainan saya," bebernya.
"Pasalnya, (pada gim pertama) saya bisa mengimbangi permainan An Se-young yang memainkan ritme dengan sangat baik."
"Dia tidak terlalu menyerang... Hanya bola atasnya yang lebih menekan."
"Cukup disayangkan di akhir saya kurang tahan."
"Di gim kedua, ada perubahan kecepatan dan saya banyak mati sendiri."
"An Se-young juga sudah membaca permainan saya bahkan sejak bola pertama."
"Pukulan atasnya juga semakin safe."
"Saya melupakan apa yang terjadi di gim pertama, tetapi permainan dia cukup menyulitkan," sambung Putri.
| Editor | : | Fiqri Al Awe |
Komentar