"Aturan baru ini akan memberikan lebih banyak kendali kepada para pembalap dan membuat start menjadi kurang mudah diprediksi."
"Saat ini, mereka cukup mudah diprediksi. (Dengan aturan 2027), lebih banyak posisi dapat diisi. Ini membuka kembali persaingan di lintasan," jelasnya.
Meski belum bisa mengungkap detail karakteristik ban Pirelli, Pedrosa menilai pergantian pemasok adalah langkah berani.
"Mengganti pemasok ban adalah sesuatu yang sangat radikal," ucap pembalap penguji tim KTM tersebut.
"Dampaknya akan bergantung pada seberapa berbeda ban tersebut, karena penggantian ban dapat sangat memengaruhi sasis, gaya berkendara, pengereman, dan pengaturan gas."
"Kami telah melihat catatan waktu putaran membaik, tetapi tim-tim harus memodifikasi sasis dan para pembalap harus beradaptasi."
Pedrosa sendiri memiliki pengalaman menghadapi transisi pemasok ban, ia ikut berlaga saat Michelin menggantikan Bridgestone pada 2016.
Musim tersebut mencatat sembilan pemenang berbeda dan empat pabrikan berhasil meraih kemenangan.
Perpindahan ke ban Michelin bisa memberi keuntungan bagi pembalap Superbike seperti Toprak Razgatlioglu dan Nicolo Bulega.
Baca Juga: Toprak Razgatlioglu Disebut sebagai Reinkarnasi Casey Stoner Jelang Debut di MotoGP
Mereka sudah menggunakannya ketika bersaing ketat di WSBK 2025.
| Editor | : | Nungki Nugroho |
Komentar