JUARA.NET - Performa solid Wong Ling Ching yang menumbangkan dua tunggal putri Indonesia menjadi sorotan Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia atau BAM saat menanggapi hasil di SEA Games 2025.
Negeri Jiran menutup pesta olahraga terbesar se-ASEAN itu dengan torehan sembilan medali.
Meski mencapai target kolektif, Aaron Chia dkk gagal menjawab ekspektasi soal medali emas.
Hal ini membuat performa pelatih Malaysia turut disorot, di mana Rexy Mainaky yang menjabat sebagai Direktur Kepelatihan mengaku siap mundur.
Menanggapi hasil tersebut, Presiden BAM, Tengku Datuk Seri Zafrul Abdul Aziz memilih untuk mengambil hikmahnya.
Dia menyoroti penampilan mengejutkan Wong Ling Ching yang menggondol medali perunggu di sektor tunggal putri.
Medali ini dinilai Zafrul membuktikan bahwa pengembangan Malaysia berada di jalur yang tepat.
Wong memang tampil sangat luar biasa pada SEA Games 2025 kemarin.
Bukan hanya satu, dua tunggal putri Indonesia berhasil dia tundukan.
Baca Juga: Ganda Putra Malaysia Tetap Antusias meski Masuk Grup Berbahaya di BWF World Tour Finals 2025
Pertama, pebulu tangkis berusia 22 tahun itu menumbangkan Gregoria Mariska Tunjung di kategori beregu.
Tren positifnya atas wakil Indonesia berlanjut pada babak perorangan, yakni mengalahkan Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi.
"Meski target medali emas tidak terpenuhi, tim bisa membawa pulang sembilan medali total," ujarnya, dilansir Juara.net dari The Star.
"Catatan tersebut di atas target jumlah medali yang berada di angka tujuh."
"Yang paling berarti jelas medali perunggu yang didapatkan Ling Ching... Itu adalah medali pertama sektor tunggal putri sejak enam tahun silam."
"Hal ini menunjukkan bahwa pengembangan talenta kita berada di jalur yang tepat."
"Apa yang terjadi bukan karena kesalahan individual, tetapi kesalahan kolektif dari pemain, pelatih, serta manajemen. Kami menang sebagai tim, kalau kalah itu juga masalah bersama," tambah Zafrul.
Soal komentar Rexy yang siap mundur, Presiden Bam sudah mengambil keputusan.
Dia menegaskan bahwa Malaysia masih membutuhkan polesan tangan dingin pelatih asal Indonesia tersebut.
"Saya menghargai pendapat dari Rexy, tetapi langkah saya sudah jelas," terangnya.
"Kami masih membutuhkan dia..."
"Filosofi tentang pengalaman dan pengembangan tidak bisa diukur hanya dari satu turnamen."
"Pengembangan tim nasional ini merupakan jangka panjang."
"Satu kesalahan tidak akan menghapuskan kesuksesan-kesuksesan pada tahun ini."
"Kami berhasil menyabet gelar juara dunia sektor ganda campuran, ganda putri pun untuk pertama kalinya tembus final Kejuaraan Dunia."
"Kami akan memperbaiki kekurangan dan kembali lebih dewasa lagi."
"Ini bukanlah akhir melainkan hanya batu pinjakan semata," imbuh Zafrul.
| Editor | : | Fiqri Al Awe |
Komentar