Indonesia Bertumpu di Sektor Ganda pada Piala Sudirman 2017

By Selasa, 16 Mei 2017 | 18:15 WIB
Pasangan ganda putra Indonesia, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, melakukan selebrasi setelah memenangi pertandingan melawan Fu Haifeng/Zheng Siwei (China) babak final Malaysia Terbuka di Stadium Perpaduan, Kuching, Minggu (9/4/2017). Marcus/Kevin menang 21-14, 14-21, 21-12.
MOHD RASFAN/AFP
Pasangan ganda putra Indonesia, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, melakukan selebrasi setelah memenangi pertandingan melawan Fu Haifeng/Zheng Siwei (China) babak final Malaysia Terbuka di Stadium Perpaduan, Kuching, Minggu (9/4/2017). Marcus/Kevin menang 21-14, 14-21, 21-12.

Piala Sudirman adalah turnamen beregu campuran yang mempertandingkan lima nomor dalam satu tim yakni tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran.

Penulis: Aprelia Wulansari

Ajang ini pertama kali digelar pada 1989. Kala itu, Indonesia menjadi tuan rumah dan jadi juara. Gelar tersebut menjadi satu-satunya bagi Merah Putih.

Kini, Piala Sudirman ke-15 akan digelar di Carrara Sport and Leisure Centre, Gold Coast, Australia, 21-28 Mei. Indonesia telah mempersiapkan tim yang terdiri dari 20 pemain terbaik pelatnas.

Indonesia tergabung di Grup 1D bersama Denmark dan India. Indonesia menjadi unggulan keenam turnamen, sedangkan Denmark adalah unggulan kedua dan India unggulan sembilan.

Indonesia akan bertemu India pada Selasa (23/5/2017) pukul 18.00 waktu setempat dan melawan Denmark pada Rabu di waktu yang sama.

Menurut Kabid Binpres PP PBSISusy Susanti, kekuatan Indonesia berada di ganda. "Ganda putra dan ganda campuran menjadi andalan Indonesia. Untuk tunggal memang masih 50-50," tutur mantan pebulu tangkis tunggal putri yang juga menjabat sebagai manajer tim Indonesia di Piala Sudirman ini.


Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) Susy Susanti menjawab pertanyaan wartawan di sela simulasi Piala Sudirman yang berlangsung di Hall Pelatnas, Cipayung, Jakarta Timur, Sabtu (13/5/2017).(ANDREAS LUKAS/KOMPAS.COM/JUARA.NET)

Ya, Indonesia memiliki Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, yang merupakan pemain ganda putra nomor satu dunia dan pemilik tiga gelar juara super series tahun ini. Bagi Marcus/Kevin, tampil di Piala Sudirman akan menjadi turnamen pertama mereka setelah sempat rihat seusai turun pada Super Singapura Terbuka, 11-16 April.

"Ini Piala Sudirman kedua saya. Kalau ditanya persiapan, kami tentu selalu berlatih dengan kemampuan terbaik. Di sana, kami ingin bermain dengan enjoy dan mengurangi kesalahan. Yang pasti, kami berharap yang terbaik," ucap Marcus.

Pada ganda campuran, Indonesia memiliki Praveen Jordan/Debby Susanto, yang merupakan ranking delapan dunia, serta Tontowi Ahmad/Gloria Emanuelle Widjaja.

Baca Juga:

Praveen, yang sempat sakit beberapa hari lalu, akhirnya sudah kembali berlatih pada Senin (15/5/2017) di Cipayung.

"Saya siap main apabila diturunkan. Tentu saja selalu ada rasa tegang ketika akan tampil di turnamen seperti ini, tapi saya harus bisa menghadapi diri sendiri,” ucap Praveen.

Kondisi Praveen yang sempat sakit itu memang membuka peluang bagi pelatih ganda campuran, Richard Mainaky, untuk membuat variasi pasangan di nomor ini. Bisa saja Tontowi dipasangkan dengan Debby. Siapa pasangan yang paling tepat di mata Richard, Tontowi/Gloria atau Tontowi/Debby?

“Sebenarnya hampir sama. Tapi, Gloria baru kali ini masuk tim. Tentu Owi perlu membimbingnya, sedangkan Debby tak perlu dibimbing. Namun, kami lihat situasi di sana. Siapa yang lebih siap,” tutur Richard.

Hal senada disampaikan Susy tentang prediksi tim utama yang akan diturunkan di Gold Coast."“Siapa yang akan diturunkan nantinya akan kami lihat sesuai kondisi di sana," ucap Susy.

Pada ganda putri, Indonesia memiliki Della Destiara Haris/Rosyita Eka Putri Sari yang menjadi andalan. Pada tunggal putri, Fitriani masih menjadi harapan. Di tunggal putra, Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting merupakan pilihan terbaik saat ini.

Kekuatan India dan Denmark

India akan menjadi lawan pertama Indonesia di fase grup. Negara yang memiliki jumlah penduduk lebih dari 1 miliar jiwa ini kuat di sektor tunggal. Jadi, Indonesia bisa mencuri poin dari kategori ganda.

Selain itu, pemain tunggal putri India yang mengisi ranking sembilan dunia, Saina Nehwal, dikabarkan mengundurkan diri dari turnamen karena ingin menemani sang ayah setelah menjalani operasi. Meskipun begitu, India masih memiliki Pusarla Venkata Sindhu, yang duduk di ranking keempat dunia.

"Saya ingin berada di dekat ayah selama masa penyembuhan. Saya ingin ada bersama dia ketika dibutuhkan," ucap Saina kepada Times of India.

Baca Juga:

Sementara itu, Denmark memiliki kekuatan yang sama baiknya di seluruh lini, kecuali di tunggal putri. Pada tunggal putra, Jan O Jorgensen, mengundurkan diri dari turnamen karena belum pulih dari cedera tumit.

"Saya sangat merasa terganggu. Awalnya, sudah merasa sehat, namun tumit saya kembali bermasalah," tutur pemain tunggal putra yang duduk di ranking empat dunia ini kepada Nordjyske.

Meskipun begitu, Denmark masih memiliki Viktor Axelsen yang menduduki di ranking ketiga dunia.


Pebulu tangkis Denmark, Viktor Axelsen, mengembalikan pukulan lawannya dari Taiwan, Chou Tien Chen, dalam partai final putra Turnamen India Terbuka di New Dehli, (2/4/2017).(SAJJAD HUSSAIN/AFP)

Dominasi Denmark dan India di kategori tunggal itu tak membuat pemain tunggal Indonesia gentar. Pemain tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie, tetap percaya diri dan tak gentar.

"Axelsen memang ranking ketiga dunia. Tapi, saya yakin semua pemain juga tak bisa menang terus. Setelah menjadi juara di India, dia juga terseok-seok. Jadi, kami harus fokus, stabil, dan memanfaatkan seluruh kesempatan dengan baik," ucap Jonatan.

Mundurnya dua pemain dari kubu lawan pun tak terlalu mengganggu tim Indonesia. Soalnya, yang perlu dilakukan adalah fokus kepada kemampuan skuat.

"Kami harus berkonsentrasi dengan pemain-pemain sendiri. Tidak boleh terpengaruh dengan siapa yang mundur. Harus fokus satu per satu. Paling tidak, kami harus menjadi juara grup dulu," tutur Susy.

Yang pasti, menjadi semifinalis adalah target yang sangat realistis bagi tim Indonesia, yang memang bertumpu pada kemampuan para pemain ganda. Hal ini pun tak berbeda dengan hasil di Piala Sudirman 2015 yaitu semifinalis.


Editor : Delia Mustikasari
Sumber : Tabloid BOLA No. 2.768


Komentar

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

SELANJUTNYA INDEX BERITA

Close Ads X