Kenapa Bayern Merekrut James Rodriguez dari Real Madrid?

By Beri Bagja - Selasa, 11 Juli 2017 | 23:30 WIB
James Rodriguez ketika tiba di hotel tim menjelang pertandingan Liga Champions antara Real Madrid kontra Bayern Muenchen di Allianz Arena, Muenchen, 11 April 2017.
MATTHIAS BALK/DPA/AFP
James Rodriguez ketika tiba di hotel tim menjelang pertandingan Liga Champions antara Real Madrid kontra Bayern Muenchen di Allianz Arena, Muenchen, 11 April 2017.

FC Bayern Muenchen telah membuat patah hati klub-klub Inggris dengan menggolkan transfer James Rodriguez dari Real Madrid, Selasa (11/7/2017).

James Rodriguez tiba di Bayern Muenchen dengan status pinjaman selama dua tahun sampai Juni 2019. Bayern punya opsi membeli gelandang berusia 25 tahun itu secara permanen.

Rincian ongkos total transfer James bisa mencapai 42,5 juta euro atau setara 496,8 miliar rupiah. Angka tersebut merupakan gabungan sejumlah variabel.

Bayern membayar 5 juta euro untuk meminjam James per musim. Jadi, biaya 10 juta euro dikeluarkan klub raksasa Bavaria itu dalam masa sewa jasa dua tahun.

Jika ingin mengaktifkan opsi penebusan permanen, Bayern harus mengeluarkan ekstra 32,5 juta euro buat memilikinya secara penuh.

Kepindahan bintang Kolombia itu ke Bayern tergolong kejutan mengingat dirinya lebih gencar dikaitkan dengan klub raksasa Inggris, seperti Manchester United atau Chelsea.

Oleh Ketua Klub Bayern, Karl-Heinz Rummenigge, James Rodriguez disebut sebagai keinginan terbesar pelatih mereka, Carlo Ancelotti.

"Tak ada keraguan lagi bahwa transfer James akan meningkatkan kualitas tim kami," ujarnya di situs klub.

Pada sisi lain, masuknya James menambah sesak lini kedua Bayern yang semakin mentereng dengan bintang.

Untuk sektor sepertiga lapangan akhir, Die Bayern memiliki penyokong sekelas Arjen Robben, Franck Ribery, Douglas Costa, Kingsley Coman, Serge Gnabry, sampai Thomas Mueller.

Lantas, kenapa Ancelotti mengangkut James di tengah tumpukan pemain serang tersebut?

Baca Juga:

"James adalah pemain yang serbabisa," kata Rummenigge lagi.

Ucapan sang bos besar mencerminkan kebutuhan Bayern Muenchen akan tenaga James.

Benar Ancelotti punya stok pemain melimpah guna mendukung performa penyerang, tetapi figur multifungsi seperti James dibutuhkan sebagai alternatif maupun opsi utama jika pelatih menghendaki variasi permainan.

Musim lalu, kekuatan serang Bayern Muenchen di lini sayap muncul melalui tusukan Robben, Ribery, atau Douglas Costa.

Hanya, Robben (33) dan Ribery (34) tetap ringkih dililit cedera dan tak bisa dijamin selalu prima beberapa tahun ke depan karena digerogoti usia.

Douglas Costa sudah selangkah lagi ke Juventus. Coman dan Gnabry mungkin belum siap menjadi pilihan utama.

Mueller pun mengalami musim yang sulit karena cuma bikin 5 gol dari 29 penampilan di Bundesliga 2016-2017.


Editor : Beri Bagja
Sumber : -


Komentar

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

SELANJUTNYA INDEX BERITA

Close Ads X