Pelatih Tim Putri BNI Akui Pemain Susah Bangkit Ketika dalam Posisi Tertinggal

By Delia Mustikasari - Sabtu, 3 Maret 2018 | 19:29 WIB
Pebola voli putri Jakarta Elektrik PLN, Amasya Manganang (jersey kuning) mengadang bola dari Jakarta BNI Taplus pada pada putaran kedua seri pertama Proliga 2018 yang berlangsung di GOR Purna Krida, Denpasar, Bali, Sabtu (3/3/2018).
YAN DAULAKA/BOLASPORT.COM
Pebola voli putri Jakarta Elektrik PLN, Amasya Manganang (jersey kuning) mengadang bola dari Jakarta BNI Taplus pada pada putaran kedua seri pertama Proliga 2018 yang berlangsung di GOR Purna Krida, Denpasar, Bali, Sabtu (3/3/2018).

Unggul 2-1, permainan Elektrik semakin solid. Mereka mampu mengatasi serangan BNI dari berbagai lini.

(Baca juga: Proliga 2018 - Tim Keluhkan Suhu Udara yang Panas dalam GOR Purna Krida, Bali)

"Set pertama, kami terlalu terburu-buru. Set kedua kami tidak mau kecolongan," kata Asisten pelatih Elektrik, Abdul Munib.

"Kami punya waktu libur sebulan dari setelah putaran pertama. Hal ini kami manfaatkan untuk memperbaiki kekurangan," ujar Abdul.

Kapten tim BNI, Yolla Yuliana mengakui bahwa tim ingin cepat meraih kemenangan.

"Penggantian pemain tidak memengaruhi kesolidan tim. Blok kami masih kurang," aku Yolla.

Selanjutnya, BNI mengincar kemenangan atas Gresik Petrokimia, Minggu (4/3/2018), sedangkan Elektrik baru menjalani pertandingan lagi pada seri kedua di Palembang yang digelar 9-11 Maret mendatang.


Editor : Delia Mustikasari
Sumber : BolaSport.com


Komentar

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

SELANJUTNYA INDEX BERITA

Close Ads X