Kebanggaan Ade/Wahyu Raih Gelar Juara Pertama pada 2018

By Nugyasa Laksamana - Senin, 15 Oktober 2018 | 14:47 WIB
Pasangan ganda putra Indonesia, Wahyu Nayaka Arya Pankaryanira (kanan)/Ade Yusuf Santoso, saat menjalani laga melawan rekan senegara, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, pada babak kesatu China Open 2018 di Changzhou, Rabu (19/9/2018).
BADMINTON INDONESIA
Pasangan ganda putra Indonesia, Wahyu Nayaka Arya Pankaryanira (kanan)/Ade Yusuf Santoso, saat menjalani laga melawan rekan senegara, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, pada babak kesatu China Open 2018 di Changzhou, Rabu (19/9/2018).

 Gelar juara Dutch Open 2018 menjadi penanda berakhirnya puasa prestasi bagi pasangan ganda putra Indonesia, Ade Yusuf/Wahyu Nayaka Arya Pangkaryanira.

Pada laga final yang berlangsung di Topsportcentrum Almere, Belanda, Minggu (14/8/2018) kemarin, Ade/Wahyu menaklukkan wakil tuan rumah, Jelle Maas/Robin Tabeling, dengan skor 21-19, 17-21, dan 21-11.

Baca juga: Hasil Belanda Terbuka 2018 - Wahyu/Ade Jadi Juara Usai Sukses Tekuk Wakil Tuan Rumah

Bagi Ade/Wahyu, pencapaian tersebut menjadi prestasi terbaik mereka sepanjang 2018.

Sebelumnya, pasangan nomor 20 dunia itu hanya menjadi runner-up pada Thailand Masters dan Australian Open.

"Alhamdulillah bisa juara di tahun 2018, di turnamen yang sama. Dulu tahun 2013 juga saya juara di sini," kata Wahyu yang dikutip BolaSport.com dari Badminton Indonesia.

"Perasaannya senang, akhirnya bisa juara di tahun ini. Kemarin-kemarin hanya sampai di final terus," tutur Wahyu.

Perjuangan Wahyu Nayaka Arya Pangkaryanira/Ade Yusuf Santoso meraih gelar juara harus dilewati dengan laga alot seja awal gim pertama.

Sempat tertinggal lebih dulu, Ade/Wahyu kemudian mampu unggul 11-9 pada saat interval usai pukulan Ribin Tabeling menyangkut di net.

Setelah interval, duel ketat terus berlanjut saat Maas/Tabeling mampu beberapa kali menyamakan kedudukan.

Meski demikian, Wahyu/Ade tetap bisa mengendalikan jalannya laga hingga akhirnya menutup gim pertama dengan kemenangan 21-19.

Memasuki gim kedua, Jelle Maas/Robin Tabeling langsung meningkatkan tekanan kepada ganda putra Indonesia dan membuat mereka unggul 6-2.

Seolah terlecut dengan laju poin lawan, Wahyu Nayaka Arya Pangkaryanira/Ade Yusuf Santoso langsung bangkit dan mencetak empat angka beruntun untuk menyamakan keadaan.

Baca juga: Goh Jin Wei Akui Hampir Putus Harapan di Final Tunggal Putri Olimpiade Remaja 2018

Setelah kembali melewati laga alot, ganda putra Indonesia itu sukses unggul 11-10 saat interval setelah permainan Ade Yusuf Santoso di depan net gagal diantisipasi oleh pasangan Belanda.

Pascajeda, aksi saling kejar poin antara kedua pasangan ganda putra kembali terjadi hingga kedudukan 16-16.

Namun setelah itu momentum laga menjadi milik Maas/Tabeling yang lebih dulu mencetak empat angka beruntun sebelum menuntaskan gim kedua dengan skor 21-17.

Pada gim ketiga, Wahyu/Ade seakan tak mau terlibat kembali dalam drama kejar-kejaran angka dengan wakil Belanda tersebut.

Satu per satu poin berhasil diraih wakil Indonesia hingga akhirnya service tak sampai dari Jelle Maas membuat Wahyu/Ade unggul 11-5 saat interval.

Setelah berpindah sisi lapangan, Wahyu Nayaka Arya Pangkaryanira/Ade Yusuf Santoso terus dapat mengendalikan jalannya laga dan menjaga margin keunggulan dari sang lawan.

Tanpa butuh waktu lama, Wahyu/Ade sukses menuntaskan gim ketiga dengan skor cukup telak 21-11.


Editor : Nugyasa Laksamana
Sumber : badmintonindonesia.org


Komentar

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

SELANJUTNYA INDEX BERITA

Close Ads X