Liverpool dan City, Beda Langkah demi Ambisi Piala Liga

By Lariza Oky Adisty - Sabtu, 27 Februari 2016 | 16:24 WIB
Liverpool saat memukul Manchester City 4-1 di Etihad Stadium, Sabtu (21/11/2015) (ALEX LIVESEY/GETTY IMAGES)

Hasil ini memaksa pertandingan diteruskan ke adu penalti, yang berakhir dengan kemenangan 6-5 untuk Liverpool.

Sebelum melangkah ke semifinal, pasukan Juergen Klopp ini menaklukkan Bournemouth 1-0 pada putaran keempat, dan Southampton 6-1 pada putaran kelima.  

Beda cara mencapai final, baik The Reds maupun The Sky Blues punya ambisi sama di final Piala Liga yakni menangguk trofi perdana pada musim kompetisi 2015-2016. Ucapan pelatih kedua tim dapat menjadi indikasi.

"Bermain di final di Wembley melawan tim sebesar Liverpool sangat penting untuk kami, juga untuk memenangkan trofi pertama musim ini," kata pelatih City, Manuel Pellegrini.

"Saya ingin memenangkan semua trofi di setiap kompetisi. Itu mentalitas yang wajib dimiliki semua klub," ujar pelatih asal Cile tersebut.


Pelatih Manchester City, Manuel Pellegrini dalam pertandingan leg pertama babak 16 Besar Liga Champions kontra Dynamo Kyiv di Stadion SC Olimpiyskiy, Rabu (24/2/2016) malam waktu setempat.(SERGEI SUPINSKY/AFP)

"Sayangnya kami tidak lolos di Piala FA, tetapi kami masih bersaing di tiga kompetisi lain. Saya harap kami menang hari Minggu," ucapnya lagi.

Di pihak lain, Klopp pun yakin skuad besutannya sudah siap menghadapi partai final tersebut.

"Tentu saja menang lebih baik daripada kalah dan tersingkir. Kami bermain bagus melawan Augsburg, dan kemenangan ini menambah kepercayaan diri pemain," ujar Klopp selepas pertandingan Liga Europa melawan Augsburg, Kamis (25/2/2016).


Juergen Klopp mengacungkan dua jari dalam laga Liverpool di kandang West Ham, 9 Februari 2016. Ya, Klopp punya dua kesempatan lagi meraih gelar musim ini, yakni Piala Liga dan Liga Europa.(MIKE HEWITT/GETTY IMAGES)