Hooliganisme Jadi Cabang Olahraga Baru?

By Ade Jayadireja - Senin, 6 Maret 2017 | 07:07 WIB
Politikus asal Rusia, Igor Lebedev, saat emnghadiri acara konferensi di Moscow pada 5 Desember 2011 (NATALIAKOLESNIKOV/AFP)

Ide kontroversial dilontarkan oleh politikus dari Rusia, Igor Lebedev. Ia menginginkan aksi kekerasan suporter dalam sepak bola (hooliganisme) dijadikan cabang olahraga baru.

Penggemar sepak bola di Rusia memang gemar berkelahi. Teranyar, bentrokan antar-fans terjadi saat CSKA Moskva menjamu Zenit Saint Petersburg di Stadion PFK CSKA, Sabtu (4/3/2017).

Mundur lebih ke belakang, pendukung timnas Rusia juga sempat terlibat baku hantam dengan fans Inggris saat kedua kubu bersua di Marseille pada penyisihan Grup B Piala Eropa 2016.

Laporan dari BBC menyebut enam orang telah ditangkap atas insiden tersebut. Adapun lima korban terluka selama bentrokan.

Menurut Lebedev, salah satu solusi untuk mengurangi hooliganisme adalah dengan menggelar kompetisi adu jotos antara fans sepak bola. Ia yakin hal tersebut bakal menjadi terobosan spektakuler.

"Rusia akan menjadi pelopor lahirnya sebuah olahraga baru," tutur anggota Dewan Federasi Sepak Bola Rusia (RFS) itu seperti dikutip BBC.

Baca juga:

"Sebagai contoh, fans datang dan mulai memilih lawan. Setelah tantangan diterima, kedua kubu bertemu di stadion dengan waktu yang telah ditentukan," kata Lebedev.

Rusia sendiri akan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2018. Ini adalah kali pertama Negeri Beruang Merah menggelar pesta sepak bola terbesar sejagat.