TOPIK TERPOPULER
Svetlana Markina (tengah), perempuan asal Rusia yang menjadi wasit tinju wanita satu-satunya di negaranya.
SVETLANA MARKINA/SPORT-EXPRESS.ru
Svetlana Markina (tengah), perempuan asal Rusia yang menjadi wasit tinju wanita satu-satunya di negaranya.

Wanita Rusia Ini Betah Jadi Wasit Tinju

KRASNODAR, JUARA.net - Menjadi petinju wanita sudah menjadi hal biasa. Namun, menjadi wasit tinju adalah hal yang luar biasa untuk dilakukan seorang perempuan. Hal itulah yang dilakukan Svetlana Markina.

Svetlana Markina memilih menjadi wasit tinju sejak 2013. Perempuan asal Rusia ini menjadi wasit tinju wanita satu-satunya di negaranya.

Perempuan berusia 27 tahun ini melakukannya debutnya sebagai wasit pada 8 April 2014.

"Saya tentu mengingat kapan debut saya, 8 April 2014. Sebelumnya, saya sudah menjadi asisten wasit selama delapan bulan," ucap Svetlana Markina.

"Dalam debut saya di pertandingan kecil itu, salah seorang petinju mengalami KO dan terjatuh. Saya tak panik. Saya mengingat semua latihan selama setahun dan mempraktekkannya, yakni keselamatan petinju adalah yang utama, mengeluarkan pelindung gigi dari mulut petinju, lalu memanggil tim medis," tutur Markina.

Ia lalu mengungkapkan bahwa teori-teori yang ia pelajari selama hampir setahun sangat membantunya.

Akan tetapi, perempuan yang berdomisili di Krasnodar ini juga mendapatkan cibiran dari para pelaku tinju dalam debutnya itu.

"Kamu perempuan! Untuk apa kamu jadi wasit? Pernyataan itu kerap dilayangkan kepada saya. Tapi, sekarang itu sudah jarang," tutur Markina.

Baca Juga: 5 Hal Menarik dari Kemenangan 2-0 Manchester United atas Chelsea

Meski keluarga dan orang-orang terdekatnya sempat meragukan Markina, dia terus melanjutkan kariernya sebagai wasit tinju. Hasilnya, keluarga dan orang-orang terdekatnya sudah mendukung dan bangga dengan pencapaian Markina.

"Saya sempat memimpin laga Konstantin Piternov melawan Yoann Kongolo dan laga ini disiarkan di televisi. Keluarga dan orang-orang terdekat saya menonton dan mereka merasa bangga," tutur Markina.

"Bahkan, teman-teman saya menelepon setelah laga dan mengatakan bahwa mereka melihat saya di ring melalui televisi," lanjutnya.

Menjadi wasit memang tak pernah ada dalam bayangan Markina. Awalnya, dia hanya ingin menjadi sekretaris humas di Federasi Tinju Profesional Kaukasus Utara dan Selatan yang berbasis di Krasnodar, Rusia itu.

Markina melamar pekerjaan sebagai sekretaris humas dan diterima berkat kemampuannya berbahasa Inggris dan Jerman. Pekerjaannya itu malah membuat dia lebih sering berinteraksi dengan para wasit dan tentang dunia perwasitan.

Baca Juga: Satu Pemain Luka Karena Lemparan, Semen Padang Lapor Polisi

Sergey Kostenko, atasannya kala itu, melihat interaksi Markina dengan dunia perwasitan dan menyadari bahwa dia memiliki potensi untuk menjadi wasit.

"Saya akhirnya disuruh untuk menjadi asisten wasit sebagai percobaan. Saya lulus tes dan akhirnya saya menjadi wasit yang memimpin pertandingan di dalam ring," tutur Markina.

Setelah tiga tahun menjadi wasit utama, Markina merasa semakin betah menjadi wasit. Tantangan dan keseruan yang dia rasakan di dalam ring menjadi salah satu hal yang membuat dia selalu mencintai apa yang dia lakukan saat ini.

"Menjadi wasit itu adalah sebuah tantangan. Seorang wasit harus selalu waspada dan memutuskan dengan cepat karena kesalahan kecil dari seorang wasit bisa berakibat fatal bagi petinju," tutur perempuan yang merupakan penggemar Mike Tyson ini.

TOPIK :

Komentar