TOPIK TERPOPULER
Gubernur Sumatera Selatan, Alex Noerdin (kiri) saat menyampaikan paparannya terkait persiapan Sumsel sabagai penyelenggaraan Asian Games dalam acara Sosialisasi Asian Games yang diselenggarakan oleh Kementerian Kominfo di Palembang, Senin (17/7/2017).
NOVERTA SALYADI/JUARA.NET
Gubernur Sumatera Selatan, Alex Noerdin (kiri) saat menyampaikan paparannya terkait persiapan Sumsel sabagai penyelenggaraan Asian Games dalam acara Sosialisasi Asian Games yang diselenggarakan oleh Kementerian Kominfo di Palembang, Senin (17/7/2017).

Sumsel Butuh Aksi daripada Sosialisasi Penyelenggaraan Asian Games

PALEMBANG, JUARA.net – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) sudah membutuhkan aksi di lapangan daripada sosialisasi penyelenggaraan Asian Games 2018 yang digelar 18 Agustus-2 September.

"Kami sudah tidak butuh lagi sosialisasi karena sejak Asian Games 2014 yang digelar di Incheon, Korea Selatan sosialisasi sudah sering dilakukan. Sekarang yang dibutuhkan adalah aksi di lapangan," kata Gubernur Sumsel Alex Noerdin di Bina Praja Palembang dalam sosialisasi Asian Games yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia, Senin (17/7/2017).

Menurut Alex, selama ini Jakabaring Sport City, Palembang telah berusaha keras untuk memenuhi persyaratan menjadi tuan rumah Asian Games, mempunyai pengalaman sebagai penyelenggara event olahraga, dan memiliki motivasi paling kuat.

"Alhamdulillah Jakabaring Sport City menjadi kawasan olahraga bertaraf international dan sudah teruji. Banyak hal yang telah kami lakukan. Sumsel tidak perlu dikhawatirkan, Insya Allah persiapan kami lebih baik dari Jakarta. Namun, ini menjadi satu kesatuan. Kalau di Palembang sukses dan Jakarta bermasalah, kami bisa terkena efeknya," tutur Alex.

Sementara itu, Direktur Kementerian Komunikasi Ditjen Informasi dan komunikasi publik Kominfo Dedet Surya Nandika mengatakan bahwa sebagai negara yang diamanatkan untuk menjadi tuan rumah Asian Games 2018 harus memiliki kebanggaan bersama.

"Presiden berpesan agar momentum penyelenggaraan Asian Games ke-18 memberikan manfaat yang sebesar-besarnya untuk kepentingan bangsa. Selain itu, promosi dan informasi terkait Asian Games 2018 perlu digencarkan sehingga perhelatan ini akan menjadi magnet perhatian dunia kepada Indonesia," ujar Dedet.

Dedet juga menegaskan bahwa Persiapan Asian Games bukan sekadar pekerjaan pemerintah, tetapi juga masyarakat Indonesia.

"Kami kembali mengingatkan Asian Games adalah pesta olahraga internasional dan menjadi kebanggaan bagi bangsa Indonesia. Karena itu, dibutuhkan kerja sama semua pihak antara pemerintah, masyarakat, dan didukung oleh Komite Olimpiade Indonesia (KOI)," ucap Dedet.

Asian Games 2018 akan mempertandingkan 39 cabang olahraga dan 426 nomor dari 53 disiplin olahraga.

TOPIK :

Komentar