TOPIK TERPOPULER
I Gede Siman Sudartawa, perenang Indonesia yang akan berlaga di SEAG 2017, Kuala Lumpur, Malaysia.
FERNANDO RANDY/BOLA/JUARA.NET
I Gede Siman Sudartawa, perenang Indonesia yang akan berlaga di SEAG 2017, Kuala Lumpur, Malaysia.

Wawancara I Gede Siman Sudarwata: Emas Singapura, Siap ke Malaysia dan Hungaria

JUARA.net - Kejuaraan Renang Kelompok Umur Internasional Singapura (SNAG) adalah awal yang baik untuk Indonesia. Selain meraih banyak medali emas, para perenang Tanah Air berhasil memecahkan rekor nasional. Salah satu perenang yang sukses adalah I Gede Siman Sudartawa.

Penulis: Persiana Galih

Siman mencatat waktu 25,15 detik di nomor 50 meter gaya punggung putra. Catatan itu sekaligus memecahkan rekor nasional atas namanya sendiri, yakni 25,17 detik.

Selain itu, pada hari pertama, Selasa (14/3/2017) turnamen, perenang Bali ini menembus limit A di nomor 100 meter gaya punggung dengan catatan waktu 55,27 detik.

Dengan limit A, Siman pun berhasil mencapai catatan waktu untuk mengikuti Kejuaraan Dunia Akuatik di Budapest, Hungaria, 14-30 Juli.

Torehan itu menjadi angin segar bagi Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI), yang tengah menargetkan dua medali emas untuk pada SEA Games 2017 Kuala Lumpur, Malaysia. Lawan Indonesia di SNAG merupakan perenang-perenang yang juga akan turun di SEA Games.

Bagaimana persiapan Siman untuk kejuaraan dunia dan SEAG? Berikut penuturan perenang berusia 22 tahun ini kepada Tabloid BOLA.

Di SNAG, Anda berhasil menyumbang medali emas, memecahkan rekor nasional, dan menembus limit A. Apa kunci dari keberhasilan tersebut?

Banyak sekali faktor yang mendukung performa saya selama di Singapura, antara lain kerja sama tim, chemistry dengan pelatih, dan dukungan dari universitas juga Satlak Prima (Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas).

PRSI menargetkan lebih dari satu medali emas pada SEAG mendatang. Bagaimana menurut Anda?

Target saya di nomor 50 meter gaya punggung dan saya optimistis. Kebetulan catatan waktu saya sudah mengalahkan juara SEAG 2015 (Quah Zheng Wen/Singapura).

Bagaimana dengan performa Anda di nomor 100 meter gaya punggung?

Saya masih terus berlatih di nomor itu. Semoga hasilnya samasama positif seperti 50 meter gaya punggung.

Apa saja catatan pelatih soal performa Anda di nomor 100 meter gaya punggung?

Ya, pelatih mencatat saya masih punya beberapa kelemahan. Misalnya, renang yang tidak pas di tengah, lalu ledakan 15 meter terakhir yang belum keluar. Mungkin karena kemarin kami tidak terlalu mempersiapkan nomor ini.

Di SEAG 2017, Anda akan bertemu Quah Zheng Wen yang berhasil menyabet tiga nomor gaya punggung SEAG 2015. Namun, dia tak tampil di SNAG. Apakah Anda bisa menghadapi dia di SEAG?

Buat Zheng Wen, saya rasa bisa menyaingi dia. Alasannya, mungkin karena dia harus fokus juga di gaya kupu-kupu He -he.

Artinya, kesempatan satu emas di gaya punggung bisa dengan mudah diraih di SEAG?

Sepertinya begitu. Mudah-mudahan dugaan saya benar.

Dengan limit A, Anda dipastikan tampil di Kejuaraan Dunia Akuatik. Apakah ada persiapan khusus?

Sepertinya persiapan khusus tidak ada karena ingin fokus di SEAG.

Pertanyaan terakhir. Sejauh ini, kualitas Anda terlihat semakin membaik setelah ditangani pelatih Australia, Grant Stoelwinder. Apa keunggulan Stoelwinder dibandingkan pelatih lokal?

Dari segi kepelatihan, beliau adalah spesialis untuk teknik renang sprinter. Jadi, pas untuk saya, yang fokus untuk nomor 50 dan 100 meter.

  • Penulis: Tabloid Bola
  • Editor: Delia Mustikasari
  • Sumber: Tabloid BOLA No. 2.752
TOPIK :

Komentar