TOPIK TERPOPULER
Atlet difabel angkat berat Indonesia yang meraih medali perunggu Paralimpiade Rio de Janeiro, Ni Nengah Widiasih, menerima bonus dari Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia di Gedung Olahraga POPKI PPPON Cibubur, Jakarta Timur, Rabu (2/11/2016).
KEMENPORA REPUBLIK INDONESIA
Atlet difabel angkat berat Indonesia yang meraih medali perunggu Paralimpiade Rio de Janeiro, Ni Nengah Widiasih, menerima bonus dari Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia di Gedung Olahraga POPKI PPPON Cibubur, Jakarta Timur, Rabu (2/11/2016).

Ni Nengah Widiasih Jadi Inspirasi Atlet Difabel

JUARA.net - "Jadikan Ni Nengah Widiasih sebagai inspirasi. Atas keberhasilannya di Paralimpiade Rio, ia menerima bonus 1 miliar rupiah setelah meraih medali perunggu. Saya berharap dia bisa meraih prestasi lebih tinggi di Paralimpiade berikut. Saya berharap atlet yang lain mengikuti jejaknya.”

Penulis: Gonang Susatyo

Hal itu yang dituturkan Presiden National Paralympic Committee (NPC), Senny Marbun, di hadapan para atlet yang dipersiapkan tampil di ASEAN Para Games (APG) di Malaysia, 17-23 September 2017.

Sang Merah Putih berkibar di Paralimpiade 2016 setelah Widi, sapaan akrabnya, meraih perunggu di angkat berat.

Tampil di kelas 41 kg, atlet yang meraih penghargaan Special Award pada Anugerah Olah raga Indonesia (AORI) XXIX yang diselenggarakan Tabloid BOLA ini mampu mengangkat beban seberat 95 kg.

Atlet Turki, Nazmiye Muratli, meraih emas setelah mengangkat beban 104 kg dan perak direbut atlet China, Zhe Cui, dengan angkatan 102 kg.

“Sukses Widi harus bisa memacu atlet lain. Apalagi, pemerintah sudah memberikan perhatian khusus. Penghargaan untuk atlet difabel pun sama dengan normal. Besaran bonus yang diterima Widi pun sama. Hal ini memotivasi kami untuk meraih prestasi. Ajang terdekat adalah APG di Malaysia dan Indonesia harus kembali juara umum,” kata Senny.

Keyakinan Senny didasarkan pada persiapan atlet yang cukup panjang. Mereka sudah menjalani pemusatan latihan di Solo sejak Januari.

“Banyak di antara para atlet berusia muda yang meraih prestasi di Peparnas tahun lalu. Kami memang harus melakukan regenerasi. Meski masih ada atlet yang sudah tidak lagi muda, hampir 70 persen adalah generasi baru. Jadi, mereka yang berlaga di Malaysia nanti merupakan perpaduan atlet muda dan senior,” ujarnya.

Setyo Budi Hartanto, atlet lompat jauh, membidik medali di Paralimpik Rio 2016.
Setyo Budi Hartanto, atlet lompat jauh, membidik medali di Paralimpik Rio 2016.
DOK. BOLA/GONANG SUSATYO

  • Penulis: Tabloid Bola
  • Editor: Weshley Hutagalung
  • Sumber: Tabloid BOLA No. 2.749
TOPIK :

Komentar