TOPIK TERPOPULER
Atlet difabel angkat berat Indonesia yang meraih medali perunggu Paralimpiade Rio de Janeiro, Ni Nengah Widiasih, berfoto bersama sang pelatih, Koni Ruswanto, seusai menerima bonus dari Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia di Gedung Olahraga POPKI PPPON Cibubur, Jakarta Timur, Rabu (2/11/2016).
DIYA FARIDA PURNAWANGSUNI/JUARA.NET
Atlet difabel angkat berat Indonesia yang meraih medali perunggu Paralimpiade Rio de Janeiro, Ni Nengah Widiasih, berfoto bersama sang pelatih, Koni Ruswanto, seusai menerima bonus dari Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia di Gedung Olahraga POPKI PPPON Cibubur, Jakarta Timur, Rabu (2/11/2016).

Indonesia Siap Jadi Tuan Rumah Asian Para Games 2018

BANGKOK, JUARA.net - Indonesia menyatakan kesiapannya sebagai tuan rumah Asian Paragames 2018. Hal tersebut disampaikan dalam salah satu sesi pada General Assembly dari Asian Paralympic Committee (APC) di Bangkok, Thailand pada 28-29 November lalu.

Asian Para Games 2018 akan berlangsung di Jakarta pada 8- 20 Oktober sehingga tidak terpaut jauh waktunya dari penyelenggaraan Asian Games.

Asian Games 2018 dijadwalkan pada 18 Agustus-2 September di Jakarta dan Palembang.

"Dalam sidang umum APC muncul wacana soal durasi waktu. Intinya durasi penyelenggaraan tidak boleh terlalu lama meskipun tetap berlangsung pada 8-20 Oktober," kata Deputi IV Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Gatot S Dewabroto, dalam siaran persnya.

Asian Para Games 2018 diperkirakan akan diikuti oleh sekitar 4.000 atlet, 2.000 oficial dan 1.000 wasit dari 41 negara anggota APC di Asia.

Sebagai perbandingan, Asian Para Games pertama di Guangzhou pada 2010 diikuti oleh 2.405 atlet dan pada Asian Para Games 2014 di Incheon diikuti oleh 2.497 atlet.

Ada 17 cabang olahraga yang dipertandingkan pada Asian Para Games 2018 yakni panahan, atletik, bulu tangkis, bochia (boling kursi roda), catur goalball (olahraga tim yang dirancang khusus untuk orang yang memiliki hambatan penglihatan), lawnball, judo, angkat berat, dan menembak.

Selain itu, dipertandingkan pula cabang renang, tenpin boling, tenis meja, voli duduk, basket kursi roda, anggar, dan tenis kursi roda.

Ada beberapa negara yang meminta agar Indonesia bisa menggelar 23 cabang olahraga, namun panitia penyelenggara berusaha tetap mempertandingkan 17 cabang olahraga.

Seluruh fasilitas venue dan wisma atlet pada Asian Para Games 2018 hampir sama dengan yang akan digunakan di Asian Games 2018, khususnya Jakarta.

Sementara itu, commitment fee yang harus dibayarkan Indonesia sebagai penyelenggara Asian Para Games adalah Rp 10 miliar untuk tahap pertama. Dana tersebut paling lambat harus disetor pada Desember 2016.

Tahap kedua juga sebesar Rp 10 miliar juga harus dibayar pada awal 2017.

  • Editor: Delia Mustikasari
  • Sumber: kemenpora
TOPIK :

Komentar