TOPIK TERPOPULER
Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI)  periode 2016-2020, Anindya Bakrie, saat menggelar konferensi pers setelah penyelenggaraan Musyawarah Nasional (Munas) PB PRSI di Jakarta, Minggu (2/10/2016).
DIYA FARIDA PURNAWANGSUNI/JUARA.NET
Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) periode 2016-2020, Anindya Bakrie, saat menggelar konferensi pers setelah penyelenggaraan Musyawarah Nasional (Munas) PB PRSI di Jakarta, Minggu (2/10/2016).

Ini Alasan Anindya Bakrie Mau Jadi Ketua Umum PB PRSI

JAKARTA, JUARA.net - Pengusaha Anindya Bakrie resmi menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PB PRSI) periode 2016-2020 setelah terpilih secara aklamasi pada Musyawarah Nasional (Munas) di Jakarta, Sabtu (1/10/2016).

Anin, demikian ia biasa disapa, menggantikan Sandiaga Uno setelah dipilih secara aklamasi oleh 28 Pengurus Provinsi (Pengprov).

Majunya Anin sebagai salah satu calon ketua umum PB PRSI periode 2016-2020 terbilang cukup mengejutkan karena pada awal pendaftaran nama putra pengusaha Aburizal Bakrie itu belum ada.

Anin baru memasukkan namanya pada hari terakhir pendaftaran yakni 27 September.

"Alasan saya maju sebagai calon ketua umum sebetulnya simpel. Saya terdorong oleh semangat para orangtua yang rela mengantar anak-anak mereka untuk giat dan tekun menjalani latihan renang mulai dari pagi hari," kata Anin saat menggelar konferensi pers seusai terpilih.

"Sangat disayangkan jika bakat, kerja keras, dan pengorbanan mereka hanya berakhir sebagai atlet kelas dua di level internasional," ujarnya.

Sebagai ketua umum baru yang terpilih, Anin tak menyanggah jika posisinya saat ini merupakan tantangan berat.

Tahun depan, PB PRSI sudah harus menyiapkan atlet-atlet terbaik mereka untuk berlaga di ajang SEA Games Malaysia 2017.

Pada 2018, PB PRSI kembali ditantang untuk menunjukkan prestasi di rumah sendiri saat Indonesia bertindak sebagai tuan rumah Asian Games 2018.

"Puncaknya pada Olimpiade. Meski masih sangat sulit untuk meraih medali di ajang ini, saya berharap semakin banyak perenang kita yang bisa berpartisipasi pada babak kualifikasi," tutur Anin.

Pada Olimpiade Rio 2016, Indonesia hanya meloloskan dua perenang yakni Glenn Victor Susanto dan Yessy Yosaputra.

Keduanya berangkat ke Rio de Janeiro, Brasil, dengan fasilitas wild card dari Federasi Renang Internasional (Federation Internationale de Natation/FINA).

TOPIK :

Komentar