TOPIK TERPOPULER
Atlet atletik di nomor lari (kursi roda) 5.000 meter Jawa Barat, Nina Nuryani, mencium sang buah hati usai meraih medali emas di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung, pada Selasa (18/10/2016).
VERDI HENDRAWAN/JUARA.NET
Atlet atletik di nomor lari (kursi roda) 5.000 meter Jawa Barat, Nina Nuryani, mencium sang buah hati usai meraih medali emas di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung, pada Selasa (18/10/2016).

Impian Pasangan Suami-Istri Setelah Keduanya Meraih Medali Emas di Peparnas 2016

BANDUNG, JUARA.net - Sepasang suami-istri yang memperkuat kontingen Jawa Barat, Toto Wastomi dan Nina Nuryani, berhasil meraih medali emas pada Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) XV/2016.

Toto berhasil meraih emas pada cabang panahan putra. Sedangkan Nina meraih prestasi yang sama pada cabang atletik di nomor lari (kursi roda) 5.000 meter putri.

Atas keberhasilan ini, impian yang dimiliki pasangan suami istri tersebut kini semakin bisa terwujud. Impian ini sangat penting bagi masa depan mereka.

Meski belum tahu berapa nominal bonus dari pemerintah Jawa Barat atas prestasi mereka, Nina mengaku sangat ingin membuka tempat usaha sebagai sumber penghasilan setelah tidak lagi bertanding.

"Alhamdulillah kami bisa sama-sama memenuhi target dan mendapat bonus. Nantinya, bonus itu akan kami gunakan untuk membuka tempat fitness," tutur Nina.

Salah satu alasan mengapa Nina sangat tertarik membuka tempat fitness ini dikarenakan ia adalah mantan atlet angkat besi.

Peparnas 2016 adalah kali pertama bagi Nina turun di cabang atletik. Pada dua ajang yang sama sebelumnya, ia turun di cabang angkat besi.

Namun, setelah menikah dan melahirkan anak pertamanya dengan operas cesar, Nina memutuskan untuk beralih ke atletik. Hal ini juga berdasarkan arahan dari dokter untuk tidak lagi mengangkat beban yang terlalu berat.

"Saya mencoba turun di racing (balap kursi roda) karena lebih ringan, tidak seberat angkat besi," ucap Nina.

Sebagai mantan atlet angkat besi, Nina merasa memiliki tenaga dan kekuatan yang cukup besar untuk meraih prestasi di cabang balapan kursi roda.

"Dengan tenaga yang dimiliki, saya hanya perlu mengasah hal-hal bersifat teknis. Racing tidak terlalu berat, hanya saja saya harus bisa menahan panas (di tangan) akibat memutar roda," tuturnya.

Selain turun di nomor 5.000 meter, Nina pun ikut bertanding di balapan dengan jarak 800m dan 1.500m. Keberhasilan di nomor 5.000m membuat dirinya memiliki keyakinan besar bisa kembali meraih prestasi dan menambah perolehan medali bagi Jabar.

  • Penulis: Verdi Hendrawan
  • Editor: Jalu Wisnu Wirajati
  • Sumber: JUARA
TOPIK :

Komentar