TOPIK TERPOPULER
Kiper Juventus, Gianluigi Buffon (tengah), diapit oleh bek Andrea Barzagli (kiri) dan Leonardo Bonucci beraksi dalam laga Serie A kontra AC Milan di Stadion San Siro, Milan, 10 Maret 2017.
MARCO BERTORELLO / AFP
Kiper Juventus, Gianluigi Buffon (tengah), diapit oleh bek Andrea Barzagli (kiri) dan Leonardo Bonucci beraksi dalam laga Serie A kontra AC Milan di Stadion San Siro, Milan, 10 Maret 2017.

Modal Penting Juventus untuk Menjuarai Liga Champions

TURIN, JUARA.net - Juventus melaju mulus ke babak perempat final Liga Champions 2016-2017. Klub beralias I Bianconeri (Putih-Hitam) punya modal penting melanjutkan langkah mereka ke tangga juara kompetisi ini.

Juventus menyingkirkan FC Porto di babak 16 besar dengan kemenangan dobel 2-0 dan 1-0 pada dua pertemuan.

Alhasil, pasukan Massimiliano Allegri mencatat rekor keren sebagai satu-satunya kontestan yang tidak kebobolan pada tahap perdelapan final ini.

Fakta tersebut cukup menggambarkan modal Juventus sebagai salah satu calon kuat juara. Mereka punya pertahanan tertangguh di antara peserta yang tersisa sampai perempat final. 

Gianluigi Buffon dkk hanya menderita dua gol dalam delapan pertandingan. Sepasang gol yang mampir ke gawang Juventus diciptakan Corentin Tolisso (Lyon) dan Nicolas Pareja (Sevilla) di fase grup.

Beton defensif Bianconeri amat sulit didobrak, sehingga mereka cuma menghadapi rata-rata 6,6 tembakan lawan per laga.

Lagi-lagi jumlah itu merupakan angka terendah di Liga Champions musim ini. Sebagai kiper utama, Buffon bisa berdiri nyaman di bawah mistar karena perlindungan dari para pemain di depannya.

Kiper veteran berusia 39 tahun itu hanya melakukan sembilan penyelamatan.

Jumlah tersebut cuma sepertiga dari statistik kiper tersibuk di Liga Champions musim ini, yakni Arkadiusz Malarz (Legia Warszawa), yang melakukan 31 saves!

Ketangguhan pertahanan Juventus seperti kontradiktif dengan formasi andalan 4-2-3-1 yang mereka terapkan. Di atas kertas, sistem tersebut bermazhab sangat ofensif.

Allegri kerap menurunkan empat pemain berkarakter ofensif sekaligus, yakni Gonzalo Higuain, Paulo Dybala, Mario Mandzukic, serta Juan Cuadrado.

Hal istimewa ialah kuartet pemain depan itu rutin ikut membantu tugas bertahan. Kontribusi merekalah yang membantu membangun beton Juventus, bahkan sejak lini kedua.

"Tim ini menurunkan banyak pemain menyerang. Penting bagi kami para striker untuk berkorban demi kebaikan tim. Terkadang kami harus membantu pertahanan, tetapi hal itu normal dan sangat penting," ujar Dybala di situs UEFA.

  • Editor : Beri Bagja
TOPIK :

Komentar