TOPIK TERPOPULER
Bek Paris Saint-Germain, Marquinhos (kiri), mengawal ketat pergerakan penyerang Barcelona, Luis Suarez, dalam partai Liga Champions di Stadion Camp Nou, Barcelona, 8 Maret 2017.
LLUIS GENE / AFP
Bek Paris Saint-Germain, Marquinhos (kiri), mengawal ketat pergerakan penyerang Barcelona, Luis Suarez, dalam partai Liga Champions di Stadion Camp Nou, Barcelona, 8 Maret 2017.

Reaksi Barca Vs PSG, Marquinhos Nyaris Membunuh Luis Suarez!

BARCELONA, JUARA.net - Kesuksesan FC Barcelona lolos ke perempat final Liga Champions diliputi kontroversi. Sorotan tajam mengarah kepada kepemimpinan wasit Deniz Aytekin, yang disebut menjalani hari yang berat di Camp Nou.

Barcelona mencatatkan sejarah comeback terhebat di fase gugur pentas antarklub Eropa.

Kemenangan 6-1 El Barca di Camp Nou, Rabu (8/3/2017), membalas kekalahan 0-4 di kandang Paris Saint-Germain pada leg pertama babak 16 besar.

Gol-gol Barcelona berasal dari aksi Luis Suarez (menit ke-3), bunuh diri Layvin Kurzawa (40'), Lionel Messi (50'-penalti), Neymar (88', 90'-penalti), dan Sergi Roberto (90'+5).

Adapun gol PSG dicetak oleh Edinson Cavani (62'). Pasukan Luis Enrique pun melaju ke fase berikutnya dengan keunggulan akumulatif 6-5.

Oleh sejumlah media, baik di dalam maupun luar Spanyol, kesuksesan Lionel Messi cs menampik kemustahilan diapresiasi luar biasa.

"Comeback yang mengubah sejarah calcio (sepak bola)". Begitu bunyi judul artikel di media top Italia, La Gazzetta dello Sport.

Toh, tetap ada kubu yang berseberangan. Sejarah yang ditorehkan Barcelona disebut terjadi karena "campur tangan" Aytekin.

Wasit Jerman keturunan Turki itu divonis mengambil sederet keputusan yang menguntungkan kubu Barcelona

Insiden yang menjadi perdebatan kubu Paris adalah pemberian dua tendangan penalti bagi Barca yang sukses dikonversikan Messi dan Neymar.

Hukuman pertama terjadi ketika Neymar terjatuh saat mengenai tubuh Thomas Meunier, yang kehilangan kesimbangan. Jika kurang kontroversial, kasus pemberian penalti kedua Barca paling menyita perhatian.

Rekaman reaksi penyerang Barcelona, Luis Suarez (kanan), ketika terjatuh di depan bek Paris Saint-Germain, Marquinhos. Insiden itu menyebabkan Barca mendapat tendangan penalti.
Rekaman reaksi penyerang Barcelona, Luis Suarez (kanan), ketika terjatuh di depan bek Paris Saint-Germain, Marquinhos. Insiden itu menyebabkan Barca mendapat tendangan penalti.
SPORT TV

Pada menit terakhir waktu normal, bek PSG, Marquinhos, mengawal pergerakan striker Barca, Luis Suarez, yang menyambut umpan lambung di kotak 12 pas.

Marquinhos yang berada di belakang Suarez meletakkan lengannya di badan sang bomber. Kubu PSG menilai kontak Marquinhos dengan Suarez minim saja, tetapi striker Uruguay itu yang bereaksi berlebihan.

Sambil terjatuh, Suarez memegangi kepala, lalu dadanya sembari berteriak, kemudian terkapar di lapangan. Aytekin menunjuk titik putih!

Mau tak mau, beragam reaksi muncul. Komentar "Marquinhos nyaris membunuh Luis Suarez" atau "Deniz Aytekin tampil luar biasa buat Barcelona" beredar di media sosial.

Perdebatan semakin sengit saat membahas dua klaim penalti Paris Saint-Germain yang ditolak Aytekin.

Wasit berusia 38 tahun itu tak menggubris tuntutan penalti kubu Paris ketika Angel Di Maria dilanggar Mascherano dalam situasi peluang emas ke gawang Barca.

Jika eksekusi diberikan dan sukses ditunaikan, PSG bakal menipiskan jarak jadi 2-3. Mascherano bahkan mengakui dirinya beruntung tak dianggap melanggar Di Maria!

"Jelas bahwa saya melanggar Di Maria, tetapi hal itu bukan alasan kenapa kami mengeliminasi PSG," kata gelandang Barca asal Argentina itu, dikutip The Sun.

Insiden lain adalah ketika sosok yang sama, Mascherano, dinilai melakukan handsball di area kotak dalam prosesnya menghalau gelandang serang PSG, Julian Draxler. Aytekin cs menganggap sentuhan itu tak disengaja.

"Wasit memberi dua penalti bagi Barcelona dan hal yang sama tidak kami dapatkan. Hal itu sangat berdampak. Kami percaya bisa lolos ke fase berikut, tetapi keputusan wasit menghukum kami," ujar bos PSG, Unai Emery.

  • Editor: Beri Bagja
  • Sumber: Berbagai sumber
TOPIK :

Komentar