TOPIK TERPOPULER
Striker Barcelona, Lionel Messi, memeluk pelatih Josep Josep Guardiola, usai mencetak gol ketiga Barcelona saat melawan Espanyol di Stadion Camp Nou, Barcelona, pada 5 Mei 2012.
DAVID RAMOS/GETTY IMAGES
Striker Barcelona, Lionel Messi, memeluk pelatih Josep Josep Guardiola, usai mencetak gol ketiga Barcelona saat melawan Espanyol di Stadion Camp Nou, Barcelona, pada 5 Mei 2012.

Barcelona Vs Man City, Menyambut Sang Peletak Batu Fondasi

JUARA.net - Reuni menjadi latar belakang duel Barcelona kontra Manchester City di matchday 3 Liga Champion, Rabu (19/10) di Camp Nou. Begitu banyak keterkaitan di antara kedua tim.

Penulis: Dwi Widijatmiko

Sebut saja Claudio Bravo, eks kiper Barcelona yang sekarang menjadi pilihan pertama di City.

Ada pula Direktur Olahraga City, Txiki Begiristain, yang menjabat posisi sama di Barcelona antara 2003-2010. Sebagai pemain, Begiristain juga pernah membawa Barca menjuarai Piala Champion 1992.

Kemudian Nolito. Winger City ini pernah berbaju Barcelona B maupun tim utama Blaugrana. Asisten pelatih City, Mikel Arteta, juga memulai karier sepak bolanya di akademi Barca.

Sebaliknya, Denis Suarez, gelandang muda Barca, sempat dididik di akademi City. Tidak ketinggalan bekas rekan seklub, Luis Suarez-Raheem Sterling dan Ivan Rakitic-Jesus Navas.

Tapi, tentu saja tidak ada reuni yang lebih kolosal daripada perjumpaan pelatih City, Pep Guardiola, dengan bekas anak buahnya di Barcelona. Guardiola melatih Barca pada 2008-2012.

Sebelumnya sebagai pemain, Guardiola juga memperkuat Barcelona antara 1990-2001. Dia membawa Blaugrana menjuarai Piala Champion untuk pertama kalinya pada 1992.

Guardiola adalah orang yang bisa dibilang meletakkan batu fondasi bagi dominasi Barcelona di sepak bola Eropa pada awal milenium yang baru.

Dia melakukan lebih banyak hal penting ketimbang pelatih Barca sebelumnya, Frank Rijkaard, yang juga pernah menjuarai Liga Champion 2005/06.

Pada 2008/09, Guardiola membawa pulang Gerard Pique, jebolan akademi La Masia yang “hilang” di Manchester United.

Dani Alves dibeli dari Sevilla dengan harga 35 juta euro, yang menjadikannya perekrutan termahal Barca ketika itu. Kemudian Sergio Busquets dipromosikan dari Barcelona B.

Tiga pemain itu lantas menjadi tulang punggung dari skuat Barcelona yang menjuarai Liga Champion 2008/09, 2010/11, dan 2014/15. Kecuali Alves, mereka kini masih menjadi andalan tim.

Jangan lupa dengan gaya main Barcelona selama dilatih Guardiola. Tiki-taka begitu kental diaplikasikan dan membuahkan hasil-hasil hebat.

Gaya Guardiola sampai sempat menjadi acuan sepak bola dunia selama bertahun-tahun. Semua tim ingin menjadi seperti Barcelona.

Lionel Messi

Kegemilangan Barca sejak 2008/09 ditandai penampilan super dari Lionel Messi. Hubungan penyerang asal Argentina ini dengan Guardiola memang tidak selalu mulus.

Tapi, harus diakui Guardiola-lah yang membentuk Messi sehingga bisa seperti sekarang.

Pada 2008/09, Guardiola membuang Deco dan Ronaldinho, dua “penghambat utama” karier Messi sehubungan dengan posisi dan karakter permainan mereka.

Selepas kepergian Deco dan Ronaldinho, Messi diberi kostum nomor 10 dan mendapatkan bayaran 7,8 juta euro per tahun, gaji tertinggi di klub ketika itu.

Sebelumnya, ada kekhawatiran terhadap cedera otot yang kerap dialami Messi antara 2006-2008. Rezim Guardiola yang kemudian mengimplementasikan metode latihan, nutrisi, dan gaya hidup baru. Seorang fisioterapis pribadi juga mendampingi Messi.

Efeknya, Messi praktis bebas dari cedera selama beberapa tahun setelahnya dan dia mampu mencapai potensi puncak. Catatan gol Messi menunjukkan perkembangan tersebut.

Sebelum ditangani Guardiola, Messi tidak pernah bisa menembus barier 20 gol dalam satu musim kompetisi. Pada 2008/09, Messi mampu mencetak 38 gol di semua ajang dan setelah itu koleksi golnya dalam satu musim tidak pernah lebih rendah dari 40.

Guardiola meraih 14 trofi selama empat tahun menangani Barcelona. Dia merupakan pelatih tersukses klub dalam hal jumlah raihan piala. Sosoknya akan selalu mendapatkan tempat spesial di Barcelona, bahkan saat dia datang sebagai musuh publik Camp Nou.

In partnership with

  • Penulis: Tabloid Bola
  • Editor: Firzie A. Idris
  • Sumber: Tabloid BOLA No. 2.708
TOPIK :

Komentar