TOPIK TERPOPULER
Pemain PSS Sleman U-17, Nasrul Hidayat (13) saat membela timnya kontra PS UNY pada laga Piala Soeratin 2017 di Stadion UNY, Sleman.
GONANG SUSATYO/JUARA.NET
Pemain PSS Sleman U-17, Nasrul Hidayat (13) saat membela timnya kontra PS UNY pada laga Piala Soeratin 2017 di Stadion UNY, Sleman.

PSS Sleman U-17 Siap Merepotkan Timnas U-16 Indonesia

SLEMAN, JUARA.net – Tim nasional (timnas) U-16 Indonesia melakoni dua uji coba. Setelah melawan Fipilina U-16, mereka ditantang PSS Sleman U-17 yang berlaga di Piala Suratin 2017.

Kedua laga uji coba tersebut dilaksanakan di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Minggu (21/5/2017),

Uji coba pertama dilaksanakan pada pukul 15.00 WIB. Timnas U-16 hanya beristirahat sejenak sebelum kembali bermain pada pukul 19.00 WIB.

Pelatih PSS Sleman U-17, Lafran Pribadi mengungkapkan uji coba tersebut memberi pengalaman berharga bagi Nasrul Hidayat dkk.

”Mereka disuruh bermain sepanjang hari saja pasti tidak ada yang menolak."

Pelatih Timnas U-15 Indonesia, Fakhri Husaini

Dia berharap pemain bisa memanfaatkan uji coba itu untuk menambah pengalaman.

“Jam terbang pertandingan pemain sudah pasti bertambah. Apalagi, mereka dapat kesempatan melawan timnas. Ini kesempatan yang sangat jarang dan bisa jadi hanya sekali di usia mereka,” kata Lafran.

“Kami akan berusaha memberikan perlawanan terbaik. Jelas, kami kalah kelas karena timnas sudah pasti pilihan terbaik dari seluruh Indonesia,” tuturnya.

Lafran juga mengatakan, timnas U-16 ditangani pelatih bagus sekelas Fakhri Husaini. Tetapi, mereka punya tekad besar dan siap mempersulit timnas U-16.

Kapten Indonesia 16, Brilyan Negietha (dua dari kiri) berjabat tangan dengan kapten Filipina U-16, Miguel Basmatyor di Sleman, Sabtu (20/5/2017).
Kapten Indonesia 16, Brilyan Negietha (dua dari kiri) berjabat tangan dengan kapten Filipina U-16, Miguel Basmatyor di Sleman, Sabtu (20/5/2017).
GONANG SUSATYO/JUARA.NET

Fakhri Husaini juga mengungkapkan para pemainnya sudah terbiasa menjalani dua pertandingan secara berturut-turut.

Dari lima uji coba, mereka selalu menghadapi dua lawan yang berbeda.

”Bahkan ada uji coba yang memberi kesempatan beristirahat beberapa menit sebelum kembali bermain. Mereka sudah terbiasa. Namanya saja anak-anak,” kata Fakhri.

”Mereka disuruh bermain sepanjang hari saja pasti tidak ada yang menolak. Mereka malah senang bisa bermain bola. Antusias mereka sungguh luar biasa, tetapi saya tetap jaga kondisi mereka,” tuturnya.

Untuk pertandingan uji coba ini, panitia pelaksana (panpel) menyiapkan 30 ribu tiket.

Harga tiket di belakang gawang atau paling rendah, yaitu Rp 20 ribu. Untuk tribune timur sebesar Rp 30 ribu. Tiket VIP atau tribune barat sebesar Rp35 ribu.

TOPIK :

Komentar