TOPIK TERPOPULER
Selebrasi gelandang PSMS Medan, Suhandi (kanan), disambut gembira rekan setimnya seusai mencetak gol ke gawang PSBL Langsa dalam lanjutan Liga 2 di Stadion Teladan, Sabtu (13/5/2017).
ABDI PANJAITAN/JUARA.NET
Selebrasi gelandang PSMS Medan, Suhandi (kanan), disambut gembira rekan setimnya seusai mencetak gol ke gawang PSBL Langsa dalam lanjutan Liga 2 di Stadion Teladan, Sabtu (13/5/2017).

PSMS Mencari Penutup Manis

JUARA.net - PSMS Medan akan melanjutkan perjalanan memukaunya di Liga 2 dengan menghadapi PS Timah Babel, Minggu (21/5/2017). Laga akan kembali berlangsung di Stadion Teladan. 

Penulis: Abdi Panjaitan/Gonang Susatyo

Status sebagai tuan rumah membuat optimisme suporter Ayam Kinantan melonjak. Pada empat laga yang berlangsung di depan suporter sendiri sebelumnya, Legimin Raharjo dkk. selalu meraih kemenangan. Catatan gol tim kebanggaan Sumatra Utara ini pun mengesankan, mencetak sebelas gol dan sama sekali belum kebobolan.

Kendati cukup nyaman di klasemen, PSMS tidak mau melepas kaki dari pedal gas. Terlebih PS Timah Babel merupakan pendulang poin terbanyak ketiga (6 poin) setelah PSMS dan PSPS Pekanbaru.

"Kami tidak peduli dengan kabar soal persiapan lawan yang minim. Mereka sudah bertanding juga sehingga pastilah membaik di setiap gim. Yang pasti, sesuai target awal, semua partai kandang akan kami sapu bersih agar kans lolos semakin besar," kata asisten pelatih PSMS, Edy Syahputra.

PSMS memang belum terlalu memahami kekuatan lawan. Karenanya, Suhandi cs. hanya diinstruksikan untuk tetap bermain sesuai karakter selama ini. Kemenangan pada akhir pekan nanti diniatkan menjadi penutup manis sebelum kompetisi dihentikan selama Bulan Ramadan. Liga 2 baru akan dilanjutkan pada awal Juli.

"Sebelum libur puasa ini, kemenangan sangat diperlukan karena kemungkinan tim akan mempunyai waktu membenahi permainan selama jeda kompetisi," kata Edy.

Sementara itu, tim lawan tetap melihat peluang untuk meraih poin di Medan. Setidaknya mereka berharap pada naungan dewi fortuna seperti ketika menang atas 757 Kepri Jaya.

Kami semestinya bisa saja kebobolan lima gol, tapi banyak peluang mereka gagal, termasuk oleh tiang gawang," kata pelatih Sanusi Anwar.

Perubahan Jadwal

Sementara itu, perubahan jadwal masih juga mewarnai Liga 2. Beberapa pertandingan saling berbenturan karena digelar di hari, jam, dan tempat yang sama. Hal ini dialami PSIM Yogyakarta, yang menggunakan Stadion Sultan Agung bersama Persiba Bantul.

Laga pekan ketiga dan sembilan PSIM berbarengan Persiba. Beruntung, kesalahan itu segera diperbaiki operator liga, PT Liga Indonesia Baru (LIB). Perubahan jadwal memang masih terjadi. Hanya, perubahan jadwal lebih sering terjadi karena situasi yang berkembang di daerah masing-masing.

Seperti dialami Persis Solo, yang seharusnya menjamu Persipur Purwodadi di Grup 4, Minggu (14/5/2017). Persis tidak bisa menggunakan Stadion Manahan karena adanya kegiatan yang sudah lama diagendakan.

Solusinya, pertandingan dipindahkan ke Purwodadi dan Persipur bertindak sebagai tuan rumah pertama. Meski sempat keberatan, Persipur akhirnya bisa menerima perubahan jadwal tersebut. Perubahan jadwal kembali dialami Persis saat dijamu Persipon Pontianak. Laga itu seharusnya digelar pada Sabtu (20/5). Karena berbarengan dengan aksi demo, pertandingan pun dimajukan menjadi Jumat (19/5/2017).

“Tidak hanya itu. Pertandingan melawan Persiba Bantul juga mengalami perubahan. Kami seharusnya bermain pada hari Sabtu, tapi kemudian mundur menjadi Minggu. Beberapa perubahan yang terjadi memang sedikit mengganggu tim. Bahkan Persis sampai harus menjalani empat pertandingan tandang karena perubahan itu,” kata Widyantoro, pelatih Persis.

Sekretaris PSIM, Jarot Sri Kastawa, mengungkapkan bila jadwal dari PT LIB sesungguhnya tidak ada masalah. Namun, beberapa perubahan terpaksa dilakukan karena harus menyesuaikan situasi dan kondisi di daerah.

“Seperti yang kami alami terkait jadwal yang berbarengan dengan tim lain. Hal ini memang kesalahan operator liga. Namun, mereka cepat merespons dan memperbaikinya, sedangkan perubahan jadwal lainnya lebih bersifat lokal saja. Artinya, kondisi di daerah tidak memungkinkan digelarnya pertandingan sehingga diubah jadwalnya,” ujar Jarot.

  • Penulis : Tabloid Bola
  • Editor : Jalu Wisnu Wirajati
  • Sumber: Tabloid Bola
TOPIK :

Komentar


Selengkapnya