TOPIK TERPOPULER
Duo Semen Padang, Adi Nugroho (kiri) dan Cassio de Jesus mengapit pemain Persegres, Gufroni Al Maruf pada laga pekan kedua Liga 1 musim 2017 di Stadion Tri Dharma, Gresik,  Jumat (21/4/2017).
TB KUMARA/JUARA.NET
Duo Semen Padang, Adi Nugroho (kiri) dan Cassio de Jesus mengapit pemain Persegres, Gufroni Al Maruf pada laga pekan kedua Liga 1 musim 2017 di Stadion Tri Dharma, Gresik, Jumat (21/4/2017).

Rahasia Kemenangan Semen Padang di Gresik Adalah Pakem Lama

PADANG, JUARA.net – Semen Padang memakai skema baru dan ditahan Sriwijaya FC pada laga perdana Liga 1. Namun, Semen Padang baru meraih kemenangan saat kembali ke pakem lama saat tandang ke Gresik, Jumat (21/4/2017).

Pada saat dijamu Persegres Gresik United di laga perdana tandang musim ini, pelatih Nilmaizar tak lagi menempatkan gelandang serang Vendry Mofu sebagai tandem Marcel Sacramento.

Tetapi, dia kembali menduetkan Marcel dengan pemain muda Syamsul Bahri.

Nil juga beralih  dari pola 4-4-2 menjadi 4-3-3. Pemain muda lainnya, Adi Nugroho menjadi second striker untuk mendukung ketajaman Marcel-Syamsul.

”Saya berharap ke depan akan lebih baik lagi. Meski belum tentu, saya akan bertahan dengan formasi lama tersebut."

Pelatih Semen Padang, Nilmaizar

Di tengah ada Rudi, Kevin Ivander, dan Mofu sebagai penyeimbang.

Ini juga tak sebatas taktik dan strategi Nil untuk memecah konsentrasi pemain belakang lawan. Tetapi  Mofu tetap menjadi pemain yang bisa mencetak gol. Hasilnya?

Strategi pada 45 menit pertama ini menghasilkan gol pembuka oleh Vendry Mofu. Meski Persegres mampu menciptakan gol balasan menjadi 1-1 lewat Patrick da Silva, Semen Padang tetap stabil.

”Saya harus mengubah formasi dengan memasang tiga pemain depan sekaligus untuk mengejar gol awal,” kata Nil kepada JUARA.

”Karena di babak kedua, saya yakin akan lebih baik dengan memasukan Irsyad Maulana dan Riko ’Ucok’ Simanjuntak untuk menambah gol kemenangan. Semua pun berjalan bagus,” tuturnya.

Sebenarnya, duet Mofu-Marcel disiapkan sejak awak untuk kondisi normal. Semua itu dilakukan jika gelandang asal Korea Selatan, Ko Jae-sung dalam kondisi baik.

Tetapi ketika keadaan berubah dengan absennya Jae-sung akibat cedera, Nil tetap mencoba saat menjamu Sriwijaya FC.

Ternyata dengan memaksakan formasi minus pemain pendukung hasilnya tidak maksimal. Akibatnya, laga kandang yang seharusnya menjadi milik mereka berakhir imbang.

”Saya berharap ke depan akan lebih baik lagi. Meski belum tentu, saya akan bertahan dengan formasi lama tersebut. Apalagi, kalau marquee player Semen Padang jadi datang,” ucap eks pelatih timnas Indonesia ini.

  • Penulis : Yosrizal
  • Editor : Estu Santoso
TOPIK :

Komentar


Selengkapnya