TOPIK TERPOPULER
Suasana ricuh antar suporter PSIM, Brajamusti dan The Maident. Pada laga di Grup A di Stadion Sultan Agung, Bantul, Sabtu (15/10/2016), PSIM menaklukkan PSCS 3-1.
GONANG SUSATYO/JUARA.NET
Suasana ricuh antar suporter PSIM, Brajamusti dan The Maident. Pada laga di Grup A di Stadion Sultan Agung, Bantul, Sabtu (15/10/2016), PSIM menaklukkan PSCS 3-1.

Duo Suporter Sendiri Ricuh, PSIM Berharap Tak Kena Sanksi

YOGYAKARTA, JUARA.net – PSIM Yogyakarta terancam kembali mendapat sanksi atas kericuhan suporter saat menghadapi PSCS Cilacap di laga Grup A babak 16 Besar Indonesia Soccer Championship (ISC) B. Pada laga di Stadion Sultan Agung, Bantul, Sabtu (15/10/2016), kericuhan terjadi antara dua suporter tuan rumah, Brajamusti dan The Maident.

Kericuhan terjadi dua kali di pertandingan yang dimenangkan PSIM dengan skor 3-1 tersebut. Kericuhan pertama terjadi di menit ke-42 yang mengakibatkan wasit menghentikan laga selama 15 menit.

Selanjutnya, ricuh kembali terjadi saat wasit meniup peluit tanda akhir pertandingan.

Insiden itu menjadikan PSIM terancam mendapat sanksi. Namun manajemen tim berjulukan Laskar Mataram berharap sanksi tak dijatuhkan. Apalagi, insiden terjadi akibat ulah kedua suporter PSIM sendiri.

Suasana ricuh antar suporter PSIM, Brajamusti dan The Maident. Pada laga di Grup A di Stadion Sultan Agung, Bantul, Sabtu (15/10/2016), PSIM menaklukkan PSCS 3-1.
Suasana ricuh antar suporter PSIM, Brajamusti dan The Maident. Pada laga di Grup A di Stadion Sultan Agung, Bantul, Sabtu (15/10/2016), PSIM menaklukkan PSCS 3-1.
GONANG SUSATYO/JUARA.NET

“Insiden ini terjadi karena ulah suporter PSIM sendiri. Berbeda bila terjadi bentrok yang melibatkan suporter dari dua tim yang berbeda," ucap Sekretaris PSIM, Jarot Sri Kastawa.

"Ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab manajemen dan suporter. Kami tegaskan, hal ini tidak akan terulang di laga berikutnya,” tuturnya. 

Jarot berharap, PT Gelora Trisula Semesta (GTS) selaku operator turnamen bisa memahami insiden tersebut. Manajemen PSIM dan suporter mereka pun siap memberikan klarifikasi terkait insidn itu.

“Kami sangat menyesalkan insiden itu. Kami juga berharap PT GTS memahami bila yang terjadi adalah internal suporter. Meski pertandingan dihentikan, tetapi situasinya tidak mengganggu konsentrasi pemain kedua tim,” katanya.

Saat jeda turnamen sebelum memasuki putaran kedua 16 besar ISC B, Jarot ingin memberi kesempatan bagi kedua suporter untuk menurunkan ketegangan dan saling instrospeksi.

“Kami punya kesempatan untuk cooling down. Semua berharap tidak ada sanksi,” ujar Jarot.

In partnership with

  • Penulis: Gonang Susatyo
  • Editor: Estu Santoso
  • Sumber: JUARA
TOPIK :

Komentar