TOPIK TERPOPULER
Manajer Arsenal, Arsene Wenger, melambaikan tangan kepada suporter dalam laga Premier League lawan Burnley di Stadion Turf Moor, Burnley, Inggris, 2 Oktober 2016.
ALEX LIVESEY/GETTY IMAGES
Manajer Arsenal, Arsene Wenger, melambaikan tangan kepada suporter dalam laga Premier League lawan Burnley di Stadion Turf Moor, Burnley, Inggris, 2 Oktober 2016.

3 Alasan Arsene Wenger Harus Tinggalkan Arsenal

LONDON, JUARA.net - Posisi pelatih Arsenal, Arsene Wenger, semakin terpojok. Kekalahan telak 1-5 dari FC Bayern Muenchen di Liga Champions, Rabu (15/2/2017), memunculkan kembali suara nyaring yang menuntut sang opa mundur dari jabatannya.

Kritik deras datang dari berbagai pihak, tak terkecuali eks pemain Arsenal. Striker The Gunners pada 1987-1995, Alan Smith, termasuk yang vokal menyoroti kinerja Arsene Wenger.

Menurutnya, pelatih gaek berusia 67 tahun itu sebaiknya mundur demi kebaikan Arsenal sendiri.

"Kami telah tiba pada akhir sebuah siklus, di mana saatnya klub dipimpin orang baru dengan suara dan metode berbeda. Jika Wenger hari ini atau besok mengumumkan mundur pada akhir musim, dia akan dianggap sebagai legenda Arsenal," ucap Smith, kini 54 tahun, di Sky Sports, Kamis (16/2/2017).

Selain butuh mukjizat agar bertahan di Liga Champions musim ini, Arsenal belum menunjukkan tanda-tanda signifikan guna menyusul Chelsea di klasemen Premier League 2016-2017.

Sampai pekan ke-25, Mesut Oezil cs tertahan di peringkat keempat dengan 50 poin. Mereka tertinggal dari Chelsea, sang pemuncak, yang meraup 10 poin lebih banyak.

Peluang Arsenal di dua kancah itu memang belum musnah total, tetapi suara yang menanti konfirmasi Wenger mundur semakin nyaring pula terdengar melihat kelesuan The Gunners belakangan.

Ikatan peramu taktik asal Prancis itu di Arsenal akan habis akhir musim ini. Toh, bukan tak mungkin Wenger menuntaskan masa baktinya di London Merah lebih cepat dari periode kedaluwarsa kontrak.

Berikut tiga alasan yang membuat Wenger harus meninggalkan Arsenal dengan didasarkan berbagai faktor.

1. Kurang motivasi dan standar rendah

Arsene Wenger berbicara dengan Sir Alex Ferguson saat Manchester United melawan Arsenal pada partai Premier League di Stadion Old Trafford, 14 April 2008.
Arsene Wenger berbicara dengan Sir Alex Ferguson saat Manchester United melawan Arsenal pada partai Premier League di Stadion Old Trafford, 14 April 2008.
PAUL ELLIS/AFP

Bukan berarti Arsenal tidak mencanangkan target tinggi buat Wenger setiap musimnya.

Hanya, AW disebut sangat beruntung karena petinggi The Gunners seperti cukup puas dengan kinerja Arsenal yang sekadar rutin finis di empat besar dalam sedekade teranyar.

Sejak terakhir menjuarai Premier League 2003-2004, Arsenal menambah enam trofi. Akan tetapi, gelar tersebut cuma Piala FA (2004-2005, 2013-2014, 2015-2016) dan Community Shield (2004, 2014, 2015).

Bagi klub sekaliber Arsenal, pencapaian itu mungkin tak memuaskan. Wenger disebut kesulitan memotivasi pasukannya agar memenangi kejuaraan bergengsi.

Wenger "memberi jalan" kepada Jose Mourinho, Carlo Ancelotti (Chelsea), Roberto Mancini, Manuel Pellegrini (Man City), Claudio Ranieri (Leicester City), atau rival ketatnya, Sir Alex Ferguson (Man United), untuk mengantar klub mereka masing-masing ke tangga juara liga sejak itu.

Dinamika di klub-klub rival itu juga relatif kencang. Mungkin jika petinggi Arsenal menerapkan standar tinggi prestasi layaknya Man City, Chelsea, atau Man United, Wenger bisa jadi dipecat sejak beberapa musim silam.

  • Editor: Beri Bagja
  • Sumber: Berbagai sumber
TOPIK :

Komentar