TOPIK TERPOPULER
Petenis putra Swiss, Roger Federer, melakukan selebrasi seusai mengalahkan Marin Cilic (Kroasia) pada babak final di Centre Court, The All England Lawn Tennis Club, London, Inggris, Minggu (16/7/2017). Federer menang dengan skor 6-3, 6-1, 6-4.
ADRIAN DENNIS/AFP PHOTO
Petenis putra Swiss, Roger Federer, melakukan selebrasi seusai mengalahkan Marin Cilic (Kroasia) pada babak final di Centre Court, The All England Lawn Tennis Club, London, Inggris, Minggu (16/7/2017). Federer menang dengan skor 6-3, 6-1, 6-4.

Usai Ukir Sejarah di Wimbledon, Roger Federer Siap Pertahankan Gelar pada 2018

LONDON, JUARA.net - Juara Wimbledon 2017 untuk nomor tunggal putra, Roger Federer, menegaskan dirinya siap mempertahankan gelar pada 2018. Tahun depan, Federer akan berusia 36 tahun.

Federer mengukir sejarah besar pada Wimbledon tahun ini setelah tampil sebagai juara.

Tak cuma menjadi peraih gelar terbanyak sepanjang sejarah, kemenangan Federer juga membawanya sebagai petenis tertua yang berhasil menjuarai Wimbledon sejak era Terbuka dimulai pada 1968.

"Target saya jelas akan hadir di sini lagi pada tahun depan untuk mempertahankan gelar," kata Federer yang dilansir BBC, Senin (17/7/2017).

Federer menjuarai Wimbledon 2017 setelah mengalahkan Marin Cilic (Kroasia) 6-3, 6-1, 6-4 pada babak final yang berlangsung di Centre Court, The All England Lawn Tennis Club, London, Inggris, Minggu (16/7/2017).

Kemenangan straight set atas Cilic tersebut sekaligus menjaga catatan sempurna Federer selama beraksi di Wimbledon tahun ini. Sejak bertanding melawan Alexandr Dolgopolov (Ukraina), Federer tidak pernah kehilangan satu set pun.

"Kemenangan ini istimewa, Wimbledon selalu menjadi turnamen favorit saya," ucap Federer.

"Bisa membuat sejarah di sini, Wimbledon, sangat berarti bagi saya karena banyak pahlawan saya yang juga menjadi juara. Sesederhana itu," kata Federer lagi.

Federer tampil oke sepanjang kalender kompetisi 2017. Tahun ini, dia cuma kalah dua kali yakni pada turnamen Dubai Terbuka dan Stuttgart Terbuka.

Selebihnya, pada lima turnamen lain yaitu Australia Terbuka, Indian Wells, Miami Masters, Halle Terbuka, dan Wimbledon, Federer berhasil tampil sebagai juara.

Tak hanya itu, Federer juga cerdas mengatur strategi partisipasi kompetisinya pada tahun ini. Federer memilih absen pada semua turnamen tanah liat, termasuk Roland Garros, demi fokus mempersiapkan diri ke Wimbledon.

Pascakemenangan di Wimbledon, peringkat dunia Federer naik ke urutan ketiga dari semula nomor lima dunia. Dia kini cuma kalah peringkat dari Andy Murray (Inggris Raya) dan Rafael Nadal (Spanyol).

TOPIK :

Komentar