TOPIK TERPOPULER
Gelandang Tottenham Hotspurs, Eric Dier dalam aksina saat pertandingan Premier League melawan Arsenal di Emirates Stadium, London, Inggris, 06 November 2016.
SHAUN BOTTERILL/GETTY IMAGES
Gelandang Tottenham Hotspurs, Eric Dier dalam aksina saat pertandingan Premier League melawan Arsenal di Emirates Stadium, London, Inggris, 06 November 2016.

Eric Dier, Tolak Portugal Pilih Inggris

JUARA.net - Tidak Hanya Tottenham Hotspur yang merasa beruntung memiliki Eric Dier, timnas Inggris pun mendapatkan berkahnya. Padahal, jika mau memilih, pemain yang fleksibel dan banyak akal ini bisa menjadi anggota timnas Portugal dan merasakan gelar juara Euro 2016.

Penulis: Dedi Rinaldi

Terlahir dengan nama Eric Jeremy Edgar Dier pada 15 Januari 1994 di Cheltenham, Gloucestershire, Inggris, jelas bahwa Dier orang Inggris tulen. Namun, saat berusia tiga tahun Dier bersama ibu dan lima saudaranya pergi ke Portugal pada 2004.

Keberangkatan Keluarga Dier ke Portugal karena sang ibu menerima tawaran pekerjaan sebagai relasi publik pada Piala Eropa 2004. Usai pergelaran Piala Eropa 2004 tuntas, ternyata Keluarga Dier tidak langsung pulang ke Inggris.

Baru pada 2010 mereka kembali ke Inggris. Selama berada di Portugal, Dier dan keluarga menetap di Algarve dan Lisbaon. Dalam masa enam tahun tersebut, Dier belajar di akademi sepak bola klub Sporting CP.

Ternyata tawaran lama agar Dier “menjadi” orang Portugal tetap tersimpan dalam lemari sepak bola Portugal.

Federasi Sepak Bola Portugal memang pernah bergunjing dengan Sporting CP untuk menawari Dier menjadi pemain naturalisasi di timnas Portugal.

Tawaran tersebut muncul lagi pada 2015 ketika Dier berkembang bersama Tottenham.

Ternyata Dier menjatuhkan pilihan pada Inggris, yang pada tahun bersamaan berniat memberinya kesempatan untuk melakukan debut.

Karena itu, entah apa yang dirasakan Dier kala menyaksikan rekan-rekannya di Portugal dulu seperti Rui Patricio, Cedric, Adrien Silva, sampai Joao Mario mengangkat trofi juara Piala Eropa 2016.

“Ketika saya masih remaja, Federasi Sepak Bola Portugal sempat berbicara dengan Sporting mengenai naturalisasi, tetapi tak terjadi. Jadi, sekarang sudah sangat telat untuk berpaling,” kata Dier.

Gelandang Energik

Namun, Dier tidak menyesal menolak kesempatan membela Portugal. Dier menyatakan bahwa dirinya selalu ingin memperkuat Inggris meski tetap menganggap Portugal sebagai “rumahnya”.

“Saya orang Inggris. Saya 100 persen Inggris. Di Portugal kisah naturalisasi sering terjadi, seperti para pemain Brasil yang membela Portugal meski mereka bukan orang Portugal,” kisah Dier.

Kendati begitu, Dier mengaku selalu menempatkan negeri Cristiano Ronaldo tersebut sebagai idola kedua setelah Inggris. “Jika Inggris tidak memenangi apa pun, maka saya ingin Portugal yang menang. Saya sangat senang ketika Portugal menjuarai Piala Eropa 2016, tetapi tidak pernah terpikir untuk bermain bagi Portugal,” kata Dier.

Eric Dier merayakan gol Inggris ke gawang Rusia bersama Dele Alli pada laga Grup B Piala Eropa 2016 di Marseille, Sabtu (11/6/2016).
Eric Dier merayakan gol Inggris ke gawang Rusia bersama Dele Alli pada laga Grup B Piala Eropa 2016 di Marseille, Sabtu (11/6/2016).
BERTRAND LANGLOIS/AFP

Bersama timnas Inggris, Dier sejauh ini sudah mengemas 14 penampilan dengan koleksi dua gol. Tottenham dan Inggris sepertinya harus sepakat untuk menjaga pemain berusia 22 tahun itu agar terus berkembang.

Dier terbilang pemain yang cukup istimewa. Seorang pemain serbabisa, yang mampu bermain sebagai gelandang bertahan, bek tengah, atau bek kanan dengan baik. Apalagi, pelajaran yang diperolehnya di Portugal membuat Dier merupakan pemain dengan perpaduan gaya Portugal dan Inggris.

Salah satu peninggalan dari pelajaran di Portugal ialah Dier terkenal piawai dalam melakukan tendangan bebas.

Sementara itu, sepak bola Inggris membentuknya menjadi pemain yang keras, punya kemampuan udara yang kuat, serta mentalitas tinggi.

Tak heran Manajer Tottenham, Mauricio Pochettino, menaruh harapan besar pada Dier.

  • Penulis : Tabloid Bola
  • Editor : Firzie A. Idris
  • Sumber: Tabloid BOLA No.2.716
TOPIK :

Komentar