TOPIK TERPOPULER
Arsene Wenger (kanan) saat memperkenalkan Thierry Henry sebagai rekrutan anyar untuk Arsenal pada 3 Agustus 1999 di Highbury, London, Inggris.
SINEAD LYNCH/AFP
Arsene Wenger (kanan) saat memperkenalkan Thierry Henry sebagai rekrutan anyar untuk Arsenal pada 3 Agustus 1999 di Highbury, London, Inggris.

LEGENDA: Thierry Henry, Peluru Arsenal Paling Mematikan

JUARA.net - Ketika berbicara tentang Arsenal, sulit rasanya untuk tidak membahas Thierry Henry. Jika Arsenal adalah gudang peluru, Henry adalah pelor mereka yang paling mematikan.

Henry menghabiskan delapan musim di Arsenal dari 1999 hingga 2007. Total, dia mencetak 226 gol dari 368 kali tampil bersama klub asal London Utara, Inggris, tersebut.

Catatan gol tersebut menjadikan pemain kelahiran Les Ulis, Essonne, Prancis, 17 Agustus 1977 itu pencetak gol terbanyak Arsenal sepanjang masa. Padahal, Henry mengatakan bahwa mencetak gol bukan bakat alaminya.

“Saya harus bekerja keras karena bakat mencetak gol tidak hadir begitu saja dalam diri saya. Kerja keras menjadi kunci untuk segalanya. Saya berlatih keras dan ingin menjadi yang terbaik dalam urusan menendang dan menyundul bola, sampai ke membaca permainan,” tutur Henry dalam wawancara dengan Thierry Marchand, kolumnis The Blizzard.

Henry memulai karier bersama AS Monaco pada 1994. Dia menyadari pada awal kariernya bahwa dia punya kecepatan yang baik, tetapi hal itu tidak berlaku untuk penyelesaian akhirnya.

Dari 10 peluang di depan gawang, Henry hanya bisa mencetak satu gol.

Pemain yang memulai karier sebagai winger itu pun berlatih keras memperbaiki efektivitasnya di depan gawang dengan bantuan Claude Puel, pelatih kebugaran AS Monaco ketika itu.

Hasilnya, dia memenangi penghargaan Pemain Muda Terbaik Prancis pada 1996 dan berkontribusi membawa AS Monaco juara Ligue 1 setahun kemudian.

Karier Henry di AS Monaco semakin lengkap setelah lolos ke semifinal Liga Champions musim 1997-1998.

Di kompetisi antarklub Eropa itu, Henry menyumbang tujuh gol. Total, selama lima tahun di AS Monaco, Henry membukukan 28 gol dari 141 penampilan.

Catatannya tersebut membuat klub Serie A, Juventus, terpikat. Henry pun pindah ke klub asal Turin itu pada 1999. Namun, tidak sampai satu tahun, Henry sadar bahwa dia tidak cocok dengan gaya bermain di Italia.

Henry hanya tampil 16 kali bersama I Bianconeri dan mencetak tiga gol. Dia pun hengkang. Arsenal menjadi tujuan selanjutnya.

TOPIK :

Komentar