TOPIK TERPOPULER
Selebrasi penyerang Manchester United, Teddy Sheringham, seusai mencetak gol penyeimbang pada laga final Liga Champions 1998-1999 kontra Bayern Muenchen, 26 Mei 1999.
CHRISTIAN LIEWIG-CORBIS/GETTY IMAGES
Selebrasi penyerang Manchester United, Teddy Sheringham, seusai mencetak gol penyeimbang pada laga final Liga Champions 1998-1999 kontra Bayern Muenchen, 26 Mei 1999.

LEGENDA: Teddy Sheringham, Pemicu Tangis Lothar Matthaus

JUARA.net - Barangkali, momen paling fenomenal dalam karier Teddy Sheringham (50) adalah golnya ke gawang Bayern Muenchen pada final Liga Champions musim 1998-1999.

Kala itu, Manchester United tertinggal 0-1 dari sang lawan hingga penghujung laga.

Namun, dua penyerang yang dimasukkan pelatih Setan Merah, Sir Alex Ferguson, yakni Ole Gunnar Solskjaer dan Sheringham menjadi pembeda. 

Menggantikan Jesper Blomqvist pada menit ke-67, Sheringham hanya membutuhkan 24 menit untuk menyamakan kedudukan sebelum Setan Merah memenangi laga dua menit berselang via Solskjaer.

Laga berakhir dramatis dan menjadi salah satu pertandingan terbaik dalam sejarah turnamen.

Momen ikonik lain dari partai tersebut adalah kala Lotthar Mattheus tertangkap kamera menitikkan air mata seusai laga.

"Saya ingat satu pesan dari Sir Alex saat itu, 'cepat masuk dan cetaklah gol, nak'," ucap Sheringham.

Andil Sheringham tersebut turut membantu Man United menutup musim dengan raihan treble (Liga Champions, Piala FA, dan Premier League).

Ya, nama lengkapnya Edward Paul "Teddy" Sheringham, lahir di London, 2 April 1966. Dia memulai karier di kancah sepak bola profesional bersama Millwall pada 1983-1991 serta sukses menjadi top scorer klub sepanjang masa dengan 111 gol.

Sempat semusim di Nottingham Forest, Sheringham pun memilih hijrah ke Tottenham Hotspur pada 1992.

Bersama The Lilywhites, duetnya bersama Juergen Klinsman sangat ditakuti bek-bek lawan pada Premier League era 1994-1995.

"Sepanjang karier saya, Teddy Sheringham merupakan rekan duet di lini depan yang paling cerdas," puji Klinsman.

Pada 1997, Manchester United akhirnya terpincut menggunakan jasa Sheringham. Namun, bersama Setan Merah, kiprah Teddy terbilang tertutup oleh duet maut Dwight Yorke-Andy Cole.

Alhasil, predikat super-sub pun melekat dalam diri Sheringham. Kelar kontrak bersama United, dia pun kembali ke Spurs.

Pada Piala Dunia 2002 di Jepang-Korea Selatan, saat usianya sudah menginjak 36 tahun, Sheringham tetap dipercaya masuk skuat tim nasional (timnas) Inggris asuhan Sven-Goran Eriksson.

Memutuskan pensiun bersama timnas dan habis kontrak bersama Spurs, Sheringham membela dua klub Premier League berbeda pada rentang 2003-2007 yakni Portsmouth dan West Ham United.

Bersama West Ham, Sheringham tercatat sebagai pemain non-kiper tertua yang pernah berkiprah di Premier League yakni saat usianya menginjak 40 tahun 272 hari.

Sheringham memutuskan pensiun sebagai pemain pada musim 2007-2008 setelahmembela klub Divisi Dua Liga Inggris, Colchester United.

Gantung sepatu sebagai pemain, Sheringham melanjutkan kariernya sebagai pelatih. Pada 2015, pria yang diberi salah satu gelar sipil tertinggi (MBE) oleh Kerajaan Inggris itu ditunjuk sebagai pelatih Stevenage.

Namun, Sheringham harus dipecat pada Februari 2016 karena penurunan performa tim. Empat bulan berselang seusai pemecatan, dia menikahi eks model yang berusia 20 tahun lebih muda darinya bernama Kristina Andriotis (30).

Pada usianya yang sudah setengah abad, Sheringham pun masih terus memperhatikan eks klub yang dibelanya, Manchester United.

Penampilan United di bawah asuhan Jose Mourinho masih labil. Sebelumnya, Sheringham memang sempat menyatakan bahwa menangani tim sekelas MU memang tidak mudah.

"Selalu sulit untuk melakukan pembenahan dari musim lalu. Namun, ini masih pekan awal Premier League," ucap Sheringham beberapa waktu lalu.

Meskipun penampilan United di bawah asuhan Jose Mourinho tengah labil, Sheringham yakin bahwa tangan dingin juru taktik asal Portugal itu bakal mampu mengembalikan Setan Merah ke era kejayaan.

  • Penulis: Segaf Abdullah
  • Editor: Firzie A. Idris
  • Sumber: Berbagai Sumber
TOPIK :

Komentar