TOPIK TERPOPULER
Selebrasi Manchester United saat menjuarai Piala Interkontinental, 30 November 1999.
KAZUHIRO NOGI/AFP
Selebrasi Manchester United saat menjuarai Piala Interkontinental, 30 November 1999.

JUARA Klasik 30 November 1999; Tabloid BOLA Saksi Sukses Langka Manchester United

JUARA.net - Piala Interkontinental yang kini dikenal dengan nama Piala Dunia Klub merupakan kuburan bagi para jawara Liga Champions asal Inggris. Wakil-wakil Negeri Ratu Elizabeth hampir selalu menelan pil pahit ketika berhadapan dengan kampiun Copa Libertadores.

Hanya ada satu tim yang bisa menggebah kutukan tersebut, yakni Manchester United, pada edisi 1999. Tabloid BOLA turut menjadi saksi sejarah keberhasilan Tim Setan Merah menekuk Palmeiras dengan skor tipis 1-0 di Stadion National Yoyogi, Tokyo, Jepang.

Duel antartim terbaik Eropa melawan Amerika Latin selaku dua kutub sepak bola dunia memang selalu menarik perhatian. BOLA menyaksikan sendiri perbedaan gaya permainan kedua kubu dari model pemanasan sebelum bertanding.

United, seperti tim Eropa pada umumnya, mengusung pemanasan kolektif atau secara bersama-sama, sedangkan Palmeiras tampak dilepas untuk berkreasi masing-masing sesuai kultur individualis khas Amerika Latin.

Pagar betis Manchester United dalam pertandingan Piala Interkontinental versus Palmeiras, 30 November 1999.
Pagar betis Manchester United dalam pertandingan Piala Interkontinental versus Palmeiras, 30 November 1999.
KAZUHIRO NOGI/AFP

Aklimatisasi yang sudah dilakukan sepekan sebelum pertandingan barangkali membuat segenap pemain Palmeiras begitu percaya diri. Bisa dimaklumi karena Alviverde alias Si Putih-Hijau berasal dari negara beriklim hangat sehingga mesti membiasakan diri dengan suhu dingin.

Di lain pihak, United datang selang beberapa hari setelah Palmeiras karena sama sekali tak bermasalah dengan iklim dingin. Seluruh pemain inti seperti David Beckham, Ryan Giggs, Paul Scholes, dan Roy Keane dibawa ke Jepang.

Jelas bahwa pelatih Sir Alex Ferguson berencana mengukir sejarah. Pria berkebangsaan Skotlandia itu bahkan sengaja menyiapkan dua formasi yang ia yakini dapat mengecoh pemahaman Palmeiras soal permainan United.

Awalnya, United menggunakan pakem 4-5-1 dengan menempatkan Ole Gunnar Solskjaer seorang diri di depan. Strategi ini tergolong berhasil mengejutkan Palmeiras yang sebelumnya mengira kubu lawan bakal mengusung pola standar Inggris, yaitu 4-4-2.

Keberadaan lima gelandang menjadikan permainan United lebih hidup. Keane, yang cenderung bertahan di laga-laga terdahulu, bisa membantu serangan tim, bahkan mencetak gol kemenangan, lantaran perannya digantikan Nicky Butt.

Sang kapten mencetak gol penentu melalui sodoran ringan di muka gawang menyambut umpan silang Giggs yang tak mampu dihalau secara sempurna oleh kiper legendaris Palmeiras, Marcos, pada menit ke-35.

“Saya hanya mencoba bermain sebaik mungkin di atas lapangan. Perasaan saya juga sedang bagus karena semalam sebelum laga saya tertidur nyenyak sehingga bisa berkonsentrasi penuh.”

Ryan Giggs, Man of the Match Piala Interkontinental 1999

Jadilah United sebagai klub Inggris pertama dan satu-satunya yang pernah menjuarai Piala Interkontinental. Momentum bersejarah ini sekaligus menebus kegagalan para pendahulu di edisi 1968 akibat keok dari Estudiantes.

Selain United, terdapat tiga klub Inggris lain yang pernah menjejak Piala Interkontinental, tapi selalu saja gagal. Perinciannya adalah Nottingham Forest (1980), Liverpool (1981, 1984), dan Aston Villa (1982).

Pesta United di Piala Interkontinental 1999 kian lengkap mengingat Giggs, selaku pemberi assist yang berujung gol kemenangan tim, terpilih sebagai man of the match. Dia berhak menerima hadiah berupa mobil sedan sporty.

Rekaman pertandingan Piala Interkontinental antara Manchester United versus Palmeiras, 30 November 1999.
Rekaman pertandingan Piala Interkontinental antara Manchester United versus Palmeiras, 30 November 1999.
ANTARIKSA HARTONO/BOLA

  • Penulis: Indra Citra Sena
  • Editor: Jalu Wisnu Wirajati
  • Sumber: PINO BOLA dan berbagai sumber
TOPIK :

Komentar