TOPIK TERPOPULER
Ekspresi pemain Indonesia dan Singapura setelah pertandingan Grup A Piala AFF berakhir. Andik Vermansah dkk menang 2-1 di laga yang berlangsung di Stadion Rizal Memorial, Jumat (25/11/2016) malam WIB.
KUKUH WAHYUDI/BOLA
Ekspresi pemain Indonesia dan Singapura setelah pertandingan Grup A Piala AFF berakhir. Andik Vermansah dkk menang 2-1 di laga yang berlangsung di Stadion Rizal Memorial, Jumat (25/11/2016) malam WIB.

Dirundung Kabar Duka, Andik Siap Persembahkan Gol untuk Sang Nenek

CIBINONG, JUARA.net - Winger timnas Indonesia, Andik Vermansah, menerima kabar duka. Menjelang laga kontra Vietnam, sang nenek berpulang pada Kamis (1/12/2016) siang. Andai kembali mencetak gol, pemain berusia 25 tahun itu akan mendedikasikannya untuk almarhumah.

Untuk itu, Andik Vermansah berharap bisa mencetak gol pada pertadingan tersebut. Tidak hanya untuk memuluskan langkah Skuat Garuda pada leg kedua, namun sebagai persembahan untuk almarhumah neneknya.

"Saya memang sedih, tetapi harus profesional. Insya Allah konsentrasi saya tidak tertanggu," ucap Andik kepada wartawan di Hotel Lorin, Sentul, Kamis (1/12/2016) malam.

"Jika saya mencetak gol, saya ingin persembahkan kepada beliau. Terlalu banyak kenangan yang saya miliki bersama nenek," kata pemain Selangor FA itu.

Andik bahkan sempat meminta izin untuk pulang ke Jember, tetapi sang ibu melarangnya dan meminta Andik untuk fokus pada laga semifinal.

Kabar pilu tersebut datang pada dua hari sebelum leg pertama semifinal Piala AFF 2016 antara Indonesia kontra Vietnam yang digelar di Stadion Pakansari, Cibinong, Sabtu (3/12/3016).

Pada fase grup, Andik menyumbangkan satu gol penting buat Indonesia. Gol winger mungil itu menjadi torehan pembuka ke gawang Singapura sebelum Stefano Lilipaly menyegel kemenangan Skuat Garuda 2-1.

Kemenangan tersebut yang mengantarkan Indonesia melenggang ke semifinal. Pencapaian yang diluar prediksi banyak orang karena merupakan turnamen resmi pertama Tim Merah Putih selepas sanksi FIFA dan ketiadaan kompetisi resmi di dalam negeri.

  • Penulis: Segaf Abdullah
  • Editor: Weshley Hutagalung
  • Sumber: -
TOPIK :

Komentar