TOPIK TERPOPULER
Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, saat menghadiri pembukaan lomba kreativitas anak O2SN (Olimpiade Olahraga dan Sains Nasional) dan Keagamaan se-Kota Malang di SD Anak Shaleh Malang, 9 April 2016.
SUCI RAHAYU/JUARA.NET
Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, saat menghadiri pembukaan lomba kreativitas anak O2SN (Olimpiade Olahraga dan Sains Nasional) dan Keagamaan se-Kota Malang di SD Anak Shaleh Malang, 9 April 2016.

Menpora Singgung Sulitnya dan Mahalnya Cari Tiket Timnas

JAKARTA, JUARA.net - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi mengimbau PSSI untuk membenahi permasalahan tiket untuk laga kandang Piala AFF 2016.

Tim nasional (timnas) Indonesia akan menjamu Vietnam pada partai semifinal pertama di Stadion Pakansari, Bogor, Sabtu (3/11/2016). Untuk laga ini, Panitia Pelaksana (Panpel) menyediakan 27.000 tiket untuk penonton.

Tidak mudah mendapatkan tiket pertandingan tersebut. Calon penonton harus melakukan antrean cukup lama untuk pembelian di situs Kiostix.

Belum lagi masalah tempat penukaran tiket. Calon penonton harus melakukannya satu hari sebelum pertandingan atau Jumat (2/11/2016) di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.

Menurut Menpora, penonton seharusnya mendapatkan kemudahan untuk mendukung timnas.

"Prinsip dasarnya jelas, masyarakat harus dimudahkan akses mendapatkan tiket. Pastikan tidak ada oknum PSSI yang bermain-main dalam distribusi tiket. Jangan sampai masyarakat bersusah payah mencari tiket, malah ada oknum dengan enaknya menjual tiket dari 'pintu belakang'," ucap Imam.

Imam juga mengkritik harga tiket untuk semifinal pertama yang di atas rata-rata.

Untuk semifinal pertama di Pakansari, tiket termurah berharga Rp 100.000. Adapun tiket termahal dengan kategori VIP bernilai Rp 200 ribu.

Bandingkan dengan tiket di Philippines Sports Stadium, tempat laga Grup A, yang cuma berkisar antara 150 peso (sekitar Rp 41.000) hingga 700 peso (sekitar Rp 191.000).

"Ini peristiwa kebangsaan, ini soal tim nasional yang mewakili nama Indonesia, bukan konser musik yang sepenuhnya komersial. Jadi penting sekali untuk tidak semata mengejar laba, melainkan mempertimbangkan juga akses publik," tutur Imam.

  • Penulis: Christian Anju Silaban
  • Sumber: -
TOPIK :

Komentar