TOPIK TERPOPULER
Penyerang Real Madrid, Cristiano Ronaldo, bereaksi pada laga leg pertama perempat final Copa del Rey antara Real Madrid dan Celta Vigo di Estadio Santiago Bernabeu pada 18 Januari 2017.
DENIS DOYLE/GETTY IMAGES
Penyerang Real Madrid, Cristiano Ronaldo, bereaksi pada laga leg pertama perempat final Copa del Rey antara Real Madrid dan Celta Vigo di Estadio Santiago Bernabeu pada 18 Januari 2017.
KOLOM

Bagaimana Rasanya Menjadi Cristiano Ronaldo?

There’s nothing to be said for being famous. It’s a pain.” – Terry Wogan

Cristiano Ronaldo, belakangan ini, kembali santer diberitakan. Seperti biasa, berita tentang Ronaldo tidak pernah tentang satu topik.

Tidak hanya tentang ketajaman pemain kelahiran Madeira itu di Piala Konfederasi, melainkan juga rumor tentang kepulangannya ke klub tempat ia bermain dari tahun 2003 hingga 2009, Manchester United.

Demikian tenarnya seorang CR7, sehingga orang-orang yang tak terlalu berkepentingan pun angkat bicara mengenai rumor tersebut, mungkin agar juga ikut kebagian lampu sorot, seperti Luis Figo ataupun Neymar Jr.

Sudah dapat dipastikan: Hingga hari-hari ke depan, isu ini akan menjadi santapan media paling lezat.

Demikian tenarnya seorang Ronaldo, hingga mungkin di antara kita ada yang bertanya-tanya: Bagaimana rasanya menjadi dia?

Kita tidak perlu lagi meragukan kenikmatan menjadi seorang Ronaldo di lapangan. Sejak memulai karir di Sporting CP, ia telah dianugerahi kaki-kaki cepat dan kemampuan menyisir sayap yang luar biasa.

Ronaldo begitu kreatif sehingga publik mampu menikmati suguhan trik-trik yang jarang di tengah sepakbola modern.

Tuntutan untuk menang membuat sepak bola kian efektif dan efisien sehingga jarang memberi ruang lagi keindahan bermain yang dianggap membuang-buang waktu. 

Di tangan Sir Alex Ferguson saat membela Manchester United, Ronaldo juga bertransformasi menjadi mesin gol yang mematikan. Ia diperkenalkan pada sistem inside winger yang membuat pemain sayap bisa merangsek ke depan gawang dan mencetak gol.

Terakhir, di Real Madrid, Ronaldo juga mampu ditempatkan sebagai penyerang tengah lengkap dengan kualifikasinya seperti duel udara dan mencari posisi kosong untuk mencetak gol dengan sekali sentuh.

TOPIK :

Komentar