TOPIK TERPOPULER
Kiper Juventus, Gianluigi Buffon, beraksi pada laga semifinal Liga Champions Juventus kontra AS Monaco di Juventus Stadium pada 9 Mei 2017 di Turin, Italia.
RICHARD HEATHCOTE/GETTY IMAGES
Kiper Juventus, Gianluigi Buffon, beraksi pada laga semifinal Liga Champions Juventus kontra AS Monaco di Juventus Stadium pada 9 Mei 2017 di Turin, Italia.
KOLOM

Sampai Kapan, Buffon?

"Age isn't how old you are but how old you feel.” – Gabriel Garcia Marquez

Ketika Gigi Buffon menjalani debutnya di usia 17 tahun pada tanggal 19 November 1994, dunia mulai penasaran bagaimana kelanjutan cerita kiper Parma ini.

Tidak tanggung-tanggung, Buffon diturunkan melawan tim yang kala itu sedang kuat-kuatnya, AC Milan.

Buffon berhasil menjaga gawangnya tetap perawan dengan menahan serbuan-serbuan dari Roberto Baggio dan George Weah. Skor akhir: 0–0.

Setelah kejadian itu, pelan-pelan Buffon mulai menyapa dunia.

Penggemar kiper Kamerun, Thomas N’Kono, –saking mengidolakannya, hingga menamai anaknya dengan nama depan Thomas- tersebut merebut posisi kiper utama dari genggaman Luca Bucci yang sudah bertahta tiga musim.

Di musim pertamanya Buffon menjadi starter, Parma berhasil finis di urutan dua di bawah Juventus. Setelah berbagai pencapaian gemilang di awal karir, orang mulai membicarakan Buffon.

Tapi kita bisa melihat, banyak sekali pemain muda hebat yang jatuh di saat orang mulai membicarakannya. Buffon tidak.

Ia terus menjaga konsistensi, menyimpan berbagai pujian hanya untuk di luar lapangan, dan tetap fokus menjaga mistar gawang.

Pelatih Cesare Maldini yang waktu itu membesut tim nasional Italia pun meliriknya dan memanggil Buffon ke tim Azzurri.

Tanggal 29 Oktober 1997, Buffon menjalani cap pertamanya melawan Rusia dan sukses membuat penyelamatan gemilang di lapangan bersalju atas tendangan Dmitri Alenichev.

Setelah penampilan perdananya bersama tim nasional Italia tersebut, orang pun mulai membicarakan tentang kemungkinan bahwa ia akan menjadi penjaga gawang masa depan italia yang hebat seperti Dino Zoff.

Memang iya, Buffon pelan-pelan mengambil tempat utama, dari tangan Angelo Peruzzi, Gianluca Pagliuca, hingga Francesco Toldo.
Pertanyaan orang-orang kemudian berubah, dari masa ke masa: sampai kapan, Gigi?

Buffon adalah pemain yang terus menerus lapar. Ia akan terus bermain dan mengejar gelar. Sekarang usianya sudah 39 tahun dan Buffon belum menampakkan tanda-tanda akan mundur dari lapangan hijau.

Pada sebuah wawancara bahkan ia mengatakan, sambil bercanda, bahwa dirinya akan pensiun di usia 65. Sebenarnya tentang kapan harusnya Buffon pensiun, orang-orang mulai iseng berspekulasi.

Buffon adalah pemain yang terus menerus lapar. Ia akan terus bermain dan mengejar gelar. Sekarang usianya sudah 39 tahun dan Buffon belum menampakkan tanda-tanda akan mundur dari lapangan hijau.

Namun dugaan paling kuat tentu saja: Buffon akan pensiun, setelah selesai mendapatkan gelar yang selama ini diidam-idamkannya, juara Liga Champions Eropa.

Buffon sudah meraih nyaris segalanya di sepak bola. Juara liga domestik hingga piala dunia sudah pernah ia rengkuh. Meraih gelar pribadi sebagai kiper terbaik di berbagai ajang pun ia sudah kenyang.

Kiper Juventus, Gianluigi Buffon, merayakan kemenangan timnya atas Inter Milan dalam laga Serie A di Juventus Stadium, Turin, Italia, 5 Februari 2017.
Kiper Juventus, Gianluigi Buffon, merayakan kemenangan timnya atas Inter Milan dalam laga Serie A di Juventus Stadium, Turin, Italia, 5 Februari 2017.
VALERIO PENNICINO/GETTY IMAGES

Namun, sepertinya, ia akan terus main hingga usia 65, jika ia masih belum meraih gelar juara Liga Champions Eropa.

Sejak pindah ke Juventus tahun 2001 dengan rekor transfer kiper termahal, Buffon memang menjadi akrab dengan kesuksesan.

Selain meraih berbagai gelar domestik, kiper kelahiran Tuscany tersebut juga sudah pernah menjejak final Liga Champions dua kali, yaitu tahun 2003 ketika berhadapan dengan AC Milan, dan tahun 2015 ketika melawan Barcelona.

Di dua laga pamungkas tersebut, Buffon gagal.

TOPIK :

Komentar