TOPIK TERPOPULER
Pemain Leicester City, Wilfred Ndidi (kiri) dan Andy King, kecewa seusai gelandang Manchester United, Juan Mata, mencetak gol dalam laga Premier League di Stadion King Power, Leicester, Inggris, 5 Februari 2017.
LAURENCE GRIFFITHS/GETTY IMAGES
Pemain Leicester City, Wilfred Ndidi (kiri) dan Andy King, kecewa seusai gelandang Manchester United, Juan Mata, mencetak gol dalam laga Premier League di Stadion King Power, Leicester, Inggris, 5 Februari 2017.
KOLOM

Leicester City dan Paralel Balada Dunia Tahun 1938

Leicester City meneruskan tren negatif dengan kekalahan 0-2 kontra Swansea, salah satu pesaing mereka di papan bawah, pada Minggu (12/2/2017). Performa mereka mencerminkan kiprah Manchester City hampir 80 tahun lalu. Selain itu, ada beberapa paralelisme gelap lain dengan kondisi dunia ketika itu.

Leicester bisa menjadi juara Inggris pertama yang terdegradasi setelah Man City pada 1937-1938.

Mereka kini hanya terpaut satu poin dari zona merah tanpa ada tanda-tanda dapat memperbaiki keadaan.

Walau Leicester menahan imbang Arsenal dan Tottenham serta menghancurkan City 4-2, hasil-hasil itu sangat jarang dan menekankan betapa underrated-nya kemenangan tipis.

Sepertiga (7) kemenangan Leicester musim lalu datang dengan skor 1-0.

Riyad Mahrez cs mencatatkan 14 kemenangan dengan margin hanya satu gol.

Seperti The Foxes, City pada 1937-1938  punya beberapa hasil-hasil super. The Citizens menang lawan Leeds 6-2, Derby County 7-1, dan Middlesbrough 6-1.

Mereka mempunyai goal difference positif dan mencetak 80 gol dari 42 laga, terbanyak di liga.

Hanya, mereka terdegradasi karena sering kalah tipis di laga di mana mereka dijagokan menang.

Tren serupa terjadi ke The Foxes sekarang ini. Leicester kini tanpa nyawa, apalagi ketika menyerang. Hal itu kembali terlihat saat Jamie Vardy cs bertanding di Liberty Stadium.

The Foxes punya performa tandang kedua terburuk di Premier League setelah Burnley: belum pernah menang dan kebobolan hampir 2 gol per laga.

Jika Premier League bergulir pada Januari 2017, Leicester akan terkapar di buntut klasemen dengan hanya 1 poin, mencetak 0 gol, dan kebobolan 12 kali dari enam laga.

Sudah 10 jam sejak Leicester mencetak gol di Premier League dan kini mereka telah gagal menjebol gawang lawan dalam 11 laga liga.

Gol terakhir mereka di Premier League dilesakkan oleh tandukan Islam Slimani pada laga tahun baru, 31 Desember, kontra West Ham United.

Torehan gol mereka sejauh ini hanya 24 gol berbanding 47 yang mereka catatkan pada fase sama musim kemarin.

  • Editor : Firzie A. Idris
TOPIK :

Komentar