TOPIK TERPOPULER
Pebalap Yamaha Team asal Spanyol, Jorge Lorenzo (kiri), dan rekan satu timnya asal Italia, Valentino Rossi, bersiap saat akan menjalani pemotretan jelang GP Valencia di Sirkuit Ricardo Tormo, Kamis (10/11/2016).
JOSE JORDAN/AFP PHOTO
Pebalap Yamaha Team asal Spanyol, Jorge Lorenzo (kiri), dan rekan satu timnya asal Italia, Valentino Rossi, bersiap saat akan menjalani pemotretan jelang GP Valencia di Sirkuit Ricardo Tormo, Kamis (10/11/2016).

Rossi Tiga Kali Kalah dari Rekan Satu Tim Saat Bersaing di MotoGP

JUARA.net - Selama 15 kali penyelenggaraan MotoGP (2002-2016), Valentinno Rossi (Italia) terhitung hanya tiga kali kalah bersaing dari rekan satu timnya.

Satu-satunya partner tim yang pernah mengalahkan Rossi adalah Jorge Lorenzo (Spanyol), dan dia melakukannya tiga kali.

Selama 21 tahun berkarier di Grand Prix (1996-2016), Rossi tidak pernah memiliki rekan satu tim yang sama dalam kurun waktu lama, kecuali dengan Lorenzo.

Mereka bersama-sama memperkuat Yamaha selama tujuh musim (2008-2010, 2012-2016).

Rossi kali pertama naik ke kelas premier atau utama pada 2000 di kelas 500cc bersama Honda. Empat musim bersama Honda, Rossi selalu dominan atas rekan satu timnya.

Pada MotoGP 2002, dia mengalahkan Tohru Ukawa (Jepang). Tahun berikutnya, dia unggul atas Nicky Hayden (Amerika Serikat).

Pada 2004, Rossi pindah ke Yamaha. Rekan satu timnya pun tak bisa berbuat banyak. Rossi terlalu tangguh bagi Carlos Checa (Spnyol) yang menjadi rekannya pada 2005.

Tiga musim berikutnya, dia mendapatkan Colin Edwards (AS). Rossi jelas jauh lebih tangguh dibanding Edwards. Kedua pebalap ini akur dan berteman baik hingga sekarang.

Ujian sesungguhnya hadir ketika Lorenzo direkrut Yamaha pada 2008. Lorenzo tentu saja berstatus sebagai pebalap kedua, kala itu.

Dia tidak mendapatkan material yang sama dengan Rossi. Meski begitu, Lorenzo bisa memenangi balapan GP Portugal dan total enam kali naik podium.

Rossi dan Lorenzo juga memilih ban berbeda. Ketika itu, ada dua produsen ban yang menjadi sponsor MotoGP, Michelin dan Bridgstone.

Rossi memilih Bridgstone, sementara Lorenzo memilih bertahan dengan Michelin. Tembok pun dipasang sebagai pembatas garasi kedua pebalap.

Hubungan keduanya tidak membaik. Pada 2010, Rossi akhirnya merasakan kekalahan pertama dari rekan satu timnya sejak naik ke MotoGP.

Dia menutup musim dengan berada di urutan ketiga, sementara Lorenzo keluar sebagai juara dunia. Rossi pun hijrah ke Ducati dan kembali berpartner dengan Hayden pada 2011.

Rossi tidak mendapatkan hasil memuaskan selama dua musim memperkuat Ducati, tetapi tetap saja dia lebih baik dari Hayden.

Pebalap Movistar Yamaha MotoGP asal Spanyol, Jorge Lorenzo, berpose setelah menjalani sesi kualifikasi GP Jepang di Sirkuit Twin Ring Motegi, Sabtu (15/10/2016).
Pebalap Movistar Yamaha MotoGP asal Spanyol, Jorge Lorenzo, berpose setelah menjalani sesi kualifikasi GP Jepang di Sirkuit Twin Ring Motegi, Sabtu (15/10/2016).
TOSHIFUMI KITAMURA/AFP PHOTO

Pada 2013, Rossi kembali ke Yamaha. Hubungannya dengan Lorenzo mulai membaik. Rossi masih kalah dari Lorenzo pada musim tersebut, lalu membalas pada tahun berikutnya.

Hubungan keduanya kembali panas pada 2015, terutama pada seri-seri terakhir. Lorenzo akhirnya keluar sebagai juara dunia, dan mengalahkan Rossi untuk kali ketiga.

Tahun lalu, hubungan kedua pebalap ini tidak membaik. Pada akhir musim, Rossi memenangi persaingan antara keduanya. Lorenzo memutuskan hijrah ke Duati.

Yamaha berhasil mendapatkan Maverick Vinalas (Spanyol) dari Suzuki Ecstar untuk menggantikan Lorenzo.

"Saya sangat senang dengan pilihan yang kami buat. Tentu saja, ketika kamu kehilangan juara dunia seperti Jorge Lorenzo, akan sulit untuk mendapatkan penggantinya," kata bos Yamaha, Lin Jarvis, setelah mendapatkan Vinales.

Pebalap MotoGP asal Spanyol, Maverick Vinales, berdiskusi dengan kru tim Movistar Yamaha MotoGP saat melakoni tes pra-musim di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, pada 15 November 2016.
Pebalap MotoGP asal Spanyol, Maverick Vinales, berdiskusi dengan kru tim Movistar Yamaha MotoGP saat melakoni tes pra-musim di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, pada 15 November 2016.
MIRCO LAZZARI GP/GETTY IMAGES

Jarvis juga menjelaskan bahwa Rossi menghargai keputusan yang mereka buat dan tidak terlibat dalam penentuan siapa pengganti Lorenzo.

"Maverick pebalap tangguh dan akan terus berkembang. Saya senang bisa mendapatkan rekan satu tim yang tangguh," kata Rossi beberapa waktu lalu.

"Saya punya pengalaman, dia masih muda, dan kami berdua merupakan pebalap yang bagus," ujar dia menambahkan.

Rossi dan Vinales terlihat akur hingga saat ini. Pada ulang tahun Vinales yang ke-22, 12 Januari kemarin, Rossi juga terlihat senang.

Vinales bukan tipikal pebalap yang bisa berbicara terbuka seperti Marc Marquez, pebalap Repsol Honda yang dulu juga dekat dengan Rossi tetapi akhirnya berselisih.

Vinales lebih pendiam, tetapi tidak sampai setertutup dan secuek Lorenzo.

Fakta ini mungkin bisa membuat kombinasi antara Rossi dan Vinales akan berjalan mulus. Namun, tak ada yang tahu apa yang akan terjadi.

"Dia (Vinales) bergabung di tim ini bukan demi menjadi bintang atau demi uang. Dia hanya ingin menjadi juara dunia, menjadi yang terbaik. Hal itulah yang meyakinkan kami," kata Jarvis.

Vinales pernah mengatakan bawa dia memilih Yamaha karena akan punya kesempatan langka untuk belajar langsung dari sang master, Rossi.

Akankah hubungan manis ini bertahan selamanya?

Berikut ini hasil balapan Rossi dan rekan satu timnya di kelas MotoGP.

Musim     Peringkat Rosi     Peringkat Rekan Satu Tim
2002        1 (33 poin)          Tohru Ukawa 3 (209)
2003        1 (357)                Nicky Hayden 5 (130)
2004        1 (304)                Carlos Checa 7 (117)
2005        1 (367)                Colin Edwards 4 (179)
2006        2 (247)                Colin Edwards 7 (124)
2007        3 (241)                Colin Edwards 9 (124)
2008        1 (373)                Jorge Lorenzo 4 (190)
2009        1 (306)                Jorge Lorenzo 2 (261)
2010        3 (233)                 Jorge Lorenzo 1 (383)
2011        7 (139)                Nicky Hayden 8 (132)
2012        6 (163)                Nicky Hayden 9 (122)
2013        4 (237)                 Jorge Lorenzo 2 (330)
2014        2 (295)                Jorge Lorenzo 3 (263)
2015        2 (325)                 Jorge Lorenzo 1 (263)
2016        2 (249)                Jorge Lorenzo 3 (233)

  • Editor : Pipit Puspita Rini
  • Sumber: gpone.com
TOPIK :

Komentar